Troy Pantouw Masih Terlibat Persiapan HUT RI di IKN Sebelum Berpulang, Keluarga Ceritakan Momen Terakhirnya

Gemanusantara.com – Kepergian Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Pantouw, menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan kerjanya. Di balik kabar tersebut, Troy diketahui masih aktif terlibat dalam persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang akan digelar di IKN.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengatakan beberapa hari sebelum meninggal dunia, Troy masih intens berkoordinasi membahas berbagai agenda HUT RI di Nusantara. Bahkan, komunikasi terakhir keduanya berlangsung pada Jumat (24/7).
“Kita semua fokus mempersiapkan rangkaian kegiatan HUT RI di Nusantara. Mas Troy juga masih ikut membahas persiapannya,” ujar Bimo, dikutip dari CNN, Senin (27/7/2026).
Di mata keluarga, kepergian Troy terasa begitu mengejutkan. Putranya, Romeo Pantouw, mengatakan sang ayah tidak memiliki riwayat penyakit serius. Bahkan, pada malam sebelum meninggal dunia, keluarga masih sempat berdoa bersama melalui sambungan video.
Keesokan paginya, Troy dijadwalkan menghadiri sebuah agenda di IKN. Sopir pribadinya sudah menunggu untuk mengantarnya. Namun hingga menjelang siang, Troy tak kunjung keluar dari kamar sehingga keluarga mencoba menghubunginya melalui panggilan video.
“Akhirnya kami berkontak, driver kami dengan ibu saya, dengan saya juga lewat video call,” tutur Romeo.
Bagi Romeo, sang ayah bukan hanya sosok komunikator yang andal, tetapi juga pribadi yang selalu memberi teladan lewat tindakan. Ia mengaku banyak belajar dari cara Troy bekerja, membangun relasi, hingga memperlakukan orang lain dengan rendah hati.
“Saya sangat terinspirasi dengan beliau. Bukan hanya dari teori, tapi dari tindakan beliau selama hidup,” ungkapnya.
Romeo juga mengenang ayahnya sebagai sosok yang tidak pernah berhenti belajar dan selalu mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, semangat itulah yang membuat Troy mampu menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus menjadi panutan di lingkungan keluarga.
Kepergian Troy pun menjadi kehilangan besar bagi Otorita IKN. Di tengah kesibukannya menyiapkan salah satu agenda nasional terbesar, ia dikenang sebagai sosok yang berdedikasi, rendah hati, dan selalu mengutamakan komunikasi dalam setiap tugas yang dijalankannya. (Nit)



