DPRD Samarinda Dorong Gerakan Literasi Libatkan PKK, Posyandu hingga Kelurahan

Gemanusantara.com – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mendorong penguatan gerakan literasi yang tidak hanya berpusat di perpustakaan, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi dengan PKK, Posyandu, pemerintah kecamatan, hingga kelurahan dinilai menjadi strategi untuk menumbuhkan budaya membaca secara lebih luas.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny Pasie, mengatakan peningkatan minat baca tidak bisa hanya menyasar kalangan pelajar. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat perlu mendapat akses dan dorongan agar budaya literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Minat baca bukan hanya untuk anak-anak sekolah atau mahasiswa. Semua masyarakat harus didorong agar gemar membaca,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Novan menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan perangkat wilayah dapat memperluas jangkauan program literasi. Dengan memanfaatkan jaringan yang sudah ada di tingkat lingkungan, kegiatan membaca dan edukasi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Selain memperkuat gerakan literasi, Komisi IV juga mendukung transformasi layanan perpustakaan berbasis digital. Digitalisasi dinilai mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses koleksi bacaan tanpa harus datang langsung ke gedung perpustakaan.
“Buku digital itu tidak harus menggunakan buku fisik. Masyarakat bisa membaca melalui handphone yang terkoneksi dengan website perpustakaan. Kami mendukung transformasi menuju layanan digital secara menyeluruh,” katanya.
Menurut Novan, pemanfaatan teknologi merupakan langkah yang perlu dilakukan agar layanan perpustakaan tetap relevan dengan perkembangan zaman. Akses buku digital melalui perangkat telepon genggam juga dinilai dapat meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi.
Komisi IV berharap Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mampu mengombinasikan pengembangan layanan digital dengan penguatan program literasi berbasis masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun budaya membaca yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi, DPRD optimistis gerakan literasi di Samarinda dapat berkembang lebih luas serta menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. (AmSal)



