Minim Penerangan Jembatan Mahkota II Dinilai Abaikan Keselamatan, DPRD Minta Langkah Cepat

Gemanusantara.com – Kondisi gelap di Jembatan Mahkota II Samarinda dinilai bukan lagi sekadar persoalan fasilitas, melainkan bentuk kelalaian dalam menjamin keselamatan publik. DPRD Kota Samarinda pun mendesak agar penanganan segera dilakukan tanpa menunggu proses panjang.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan bahwa lambannya penanganan penerangan di jembatan tersebut menunjukkan belum adanya prioritas serius terhadap infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat.
“Jangan sampai kesannya ini dibiarkan. Padahal risikonya jelas, pengguna jalan setiap hari melintas dalam kondisi minim penerangan,” ucap Deni, Rabu (15/4/2026).
Ia menilai, kondisi gelap yang terus berlangsung membuka peluang terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua, serta meningkatkan potensi tindak kriminal pada malam hari.
Menurut Deni, pemerintah seharusnya bisa mengambil langkah cepat tanpa harus selalu bergantung pada proses anggaran yang berlarut-larut.
“Kalau memang ini dianggap penting, pasti ada cara untuk dipercepat. Jangan sampai alasan administratif justru mengorbankan keselamatan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa Jembatan Mahkota II merupakan salah satu jalur strategis yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga kondisi minim penerangan menjadi persoalan serius yang tidak bisa ditunda.
“Ini jalur utama, bukan jalan kecil. Aktivitas tinggi, tapi fasilitas dasarnya justru belum terpenuhi,” beber Deni.
DPRD, lanjutnya, akan terus mendorong pemerintah kota agar segera merealisasikan pemasangan lampu penerangan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keamanan masyarakat.
“Ini soal keselamatan, bukan sekadar proyek. Harus ada tindakan nyata,” pungkasnya. (Nit)



