Warga PPU Harapkan Kepemimpinan Baru Fokus pada Sektor Pertanian dan Infrastruktur

Gemanusantara.com – Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor dan Waris Muin dijadwalkan mulai aktif bekerja pada Senin (3/3/2025). Kepemimpinan baru ini disambut harapan besar dari masyarakat, khususnya terkait pembenahan sektor pertanian dan perbaikan infrastruktur yang mendukung produktivitas warga.
Salah satu aspirasi datang dari Siti Rukayani (40), warga Desa Sesulu, Kecamatan Waru. Ia menyoroti pentingnya normalisasi Sungai Sesulu untuk mencegah banjir yang sering kali merusak lahan pertanian. “Bantuan alat pertanian dan bibit memang ada, tapi kalau panennya gagal terus karena banjir, ya tetap saja kami rugi. Normalisasi sungai ini sangat kami harapkan,” ujarnya.
Pendangkalan sungai dan aliran air dari perusahaan setempat memperburuk kondisi, menyebabkan genangan yang meluas hingga permukiman warga dan fasilitas publik. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, ancaman gagal panen akan terus berulang dan berdampak pada ketahanan pangan lokal.
Sementara itu, persoalan harga gabah dan akses jalan tani menjadi keluhan utama Habibi (42), petani dari Kecamatan Babulu. Ia berharap harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram benar-benar bisa diterapkan secara merata tanpa ada permainan harga di lapangan. “Kami ingin kepastian harga yang sesuai, bukan janji-janji saja. Jangan sampai petani dirugikan oleh tengkulak,” tegasnya.
Selain itu, kondisi jalan usaha tani yang masih minim perbaikan juga menjadi hambatan bagi petani dalam mengangkut hasil panen. Menurut Habibi, banyak petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar ojek pengangkut gabah akibat medan yang sulit dilalui. “Kalau jalannya bagus, biaya produksi kami bisa lebih murah. Harapannya, ada program perbaikan jalan yang serius dari pemerintah,” katanya.
Ia juga menambahkan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap proses pembelian gabah oleh Bulog. Ia meminta agar transparansi dalam transaksi benar-benar diperhatikan agar petani mendapatkan haknya. “Bulog harus menjalankan tugasnya dengan amanah. Jangan sampai ada pihak-pihak yang bermain dan merugikan petani,” imbuhnya.
Dengan berbagai persoalan ini, masyarakat berharap kepemimpinan Mudyat Noor dan Waris Muin dapat memberikan solusi nyata.
[ADV | DISKOMINFO PPU]