Viral Bukan Ukuran Kebenaran, DPRD Samarinda Ingatkan Warga Lebih Kritis

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Ramainya sebuah informasi di media sosial tidak selalu berarti informasi tersebut benar. DPRD Kota Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak langsung percaya pada konten yang sedang viral tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan saat ini informasi menyebar sangat cepat melalui berbagai platform media sosial. Kondisi itu membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat menerima maupun membagikan sebuah informasi.

Menurutnya, masih banyak pengguna media sosial yang menganggap informasi yang ramai diperbincangkan pasti benar. Padahal, tidak sedikit informasi yang beredar luas justru belum terverifikasi.

“Jangan karena viral lalu dianggap benar. Tetap harus dicek dulu sumber informasinya,” ungkap Samri, Sabtu (30/5/2026).

Ia pun menilai kebiasaan langsung mempercayai informasi yang muncul di media sosial dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih jika informasi tersebut hanya menampilkan sebagian fakta atau tidak memiliki sumber yang jelas.

Samri mengatakan derasnya arus informasi saat ini membuat masyarakat perlu lebih selektif. Menurutnya, langkah sederhana seperti mencari sumber pembanding atau membaca informasi secara utuh dapat membantu menghindari kesimpulan yang keliru.

“Kadang orang langsung percaya karena informasinya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Padahal belum tentu benar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh unggahan yang sengaja memancing emosi. Konten semacam itu biasanya lebih cepat menarik perhatian dan lebih mudah menyebar dibandingkan informasi yang bersifat edukatif.

Samri menyoroti perbedaan pendapat di media sosial merupakan hal yang wajar. Namun masyarakat tetap perlu mengedepankan sikap kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Media sosial itu tempat siapa saja bisa berpendapat. Karena itu kita juga harus lebih cermat saat menerima informasi,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat semakin bijak menggunakan media sosial dan tidak menjadikan popularitas sebuah unggahan sebagai ukuran kebenaran. Dengan begitu, ruang digital dapat menjadi tempat bertukar informasi yang sehat dan bermanfaat bagi semua pihak. (Nit/Adv)

Exit mobile version