
Gemanusantara.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda memprioritaskan penguatan kader serta lima kelompok kegiatan (Poktan) dalam usulan program Tahun Anggaran 2027. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan pembangunan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan kepada masyarakat.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, mengatakan usulan tersebut disampaikan dalam pembahasan bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengenai evaluasi pelaksanaan program 2026 dan rencana kegiatan tahun 2027. Menurutnya, masih terdapat sejumlah program yang belum dapat dijalankan secara optimal karena keterbatasan anggaran.
“Tadi kami menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan pembangunan keluarga memang harus terus ditingkatkan. Insyaallah kami akan dipanggil kembali untuk pemaparan khusus terkait pelayanan keluarga berencana,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Deasy menjelaskan, pada tahun 2027 DPPKB mengusulkan tambahan anggaran untuk memperkuat lima kelompok kegiatan, yakni Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program-program tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga sejak dini.
Selain itu, DPPKB juga mengusulkan penyusunan Peta Jalan Pembangunan Keluarga (PGPK) sebagai pedoman pembangunan keluarga yang melibatkan berbagai perangkat daerah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang lebih terintegrasi.
Menurut Deasy, tantangan terbesar saat ini bukan hanya keterbatasan anggaran program, tetapi juga menjaga motivasi para kader yang menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat. Sebagian besar kader, selain Tim Pendamping Keluarga (TPK), belum memperoleh honor tetap sehingga membutuhkan dukungan melalui pelatihan, pembinaan, hingga pemberian penghargaan.
“Kendala terbesar kami adalah me-maintain kader. Banyak kader yang tidak memiliki honor tetap, sehingga kami harus tetap memberikan pelatihan, peningkatan kapasitas, monitoring, evaluasi, sampai reward agar mereka tetap semangat menjalankan tugas,” katanya.
Ia menambahkan, transformasi program BKKBN kini tidak lagi hanya berorientasi pada keluarga berencana, tetapi juga pembangunan keluarga berkualitas sepanjang siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lanjut usia.
Di tengah keterbatasan anggaran, DPPKB juga terus mengembangkan inovasi melalui layanan digital SAP Keluarga Berkualitas yang menyediakan informasi mengenai keluarga berencana, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi remaja, konseling calon pengantin, hingga pelayanan KB. Inovasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses edukasi sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas di Kota Samarinda. (Sal)