SAMARINDA

Samarinda Siapkan SDM Khusus untuk Operasi Insinerator, DLH Butuh 80 Personel

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Upaya Pemerintah Kota Samarinda mengurangi timbunan sampah harian memasuki tahap baru. Bukan hanya pembangunan fisik insinerator, namun juga penyiapan tenaga kerja yang akan mengoperasikan fasilitas tersebut.

Berbeda dengan pengelolaan sampah konvensional, insinerator menggunakan sistem pembakaran bersuhu tinggi yang hanya bisa dijalankan oleh petugas terlatih. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai melakukan pemetaan kebutuhan personel sejak awal.

Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa setiap unit akan ditangani oleh struktur tim tersendiri. Proses seleksi pun dipercepat agar penempatan tenaga siap dilakukan bersamaan dengan penyelesaian pembangunan mesin.

“Total kebutuhan operator sekitar delapan puluh orang bila seluruh unit sudah terpasang. Kami membuka kesempatan bagi warga setempat untuk terlibat langsung,” ujar Suwarso, Sabtu (15/11/2025).

Alih-alih mengandalkan petugas lama, DLH memilih menyiapkan formasi baru dengan pembagian tugas yang lebih detail. Satu tim nantinya terdiri dari teknisi yang mengoperasikan alat dan petugas keamanan yang memastikan area kerja tetap terkendali.

Pelatihan menjadi syarat mutlak sebelum mereka ditempatkan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman karakter mesin, langkah pencegahan risiko, hingga pola perawatan agar insinerator dapat berfungsi stabil tanpa gangguan.

“Pelatihan akan berlangsung satu sampai dua minggu, tergantung kesiapan peserta. Seluruh petugas harus memahami standar keselamatan karena area operasional bersentuhan langsung dengan suhu tinggi,” imbuhnya.

DLH juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan seluruh operator mendapatkan perlindungan sosial dan jaminan ketenagakerjaan. Mereka akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan sebelum mulai bertugas.

Dengan langkah ini, Pemkot berharap operasional insinerator nantinya tidak hanya membantu mengurangi beban TPA, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat kota. (Nit/Rir)

Related Articles

Back to top button