Penajam Paser Utara

Jalan Poros Penajam-Kademan Dipenuhi Lubang, Pemkab PPU Upayakan Perbaikan Bertahap

Illustrasi jalan berlubang

Gemanusantara.com – Kondisi Jalan Poros Penajam-Kademan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan penelusuran di lapangan, ditemukan sekitar 220 lubang yang tersebar dari simpang Tunan hingga depan Kantor Pemkab PPU. Kerusakan ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut sebagai akses utama.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PPU, Petriandy P Pasulu, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan nasional, sehingga perbaikannya berada di bawah kewenangan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). Sementara itu, ruas jalan dari Pelabuhan Penajam hingga samping Masjid Al-Ula telah berstatus jalan provinsi.

“Kami tidak memiliki kewenangan penuh untuk memperbaiki jalan ini karena merupakan jalan nasional. Namun, kami tetap berupaya melakukan pemeliharaan dengan sumber daya yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, BBPJN saat ini mengalami keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Hal ini berdampak pada terhambatnya program perbaikan di ruas jalan Penajam-Kademan dalam waktu dekat.

Menyiasati kondisi ini, Dinas PUPR PPU mengupayakan metode perbaikan menggunakan teknik daur ulang aspal lama atau recycling guna menghemat biaya. Metode ini memungkinkan penggunaan kembali material aspal bekas untuk menambal lubang-lubang di jalan.

Namun, metode tersebut memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan pengerjaan. Ia mengungkapkan bahwa dengan kondisi saat ini, Dinas PUPR hanya mampu menambal sekitar 10 lubang per hari. “Lubang-lubang baru akan terus muncul sementara kami menambal yang sudah ada. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya perbaikan,” tambahnya.

Sebagai solusi sementara, pihaknya akan mengerahkan tenaga kerja internal dan memanfaatkan aset alat berat milik dinas untuk melakukan pemeliharaan secara swakelola. “Kami memaksimalkan tenaga kerja dan alat yang ada. Memang lebih hemat biaya, tetapi dari segi waktu tentu lebih lambat dibandingkan jika dikerjakan melalui proyek skala besar,” ungkapnya.

Pemkab PPU berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat dan provinsi agar kondisi jalan poros ini bisa segera diperbaiki secara menyeluruh.

[ADV | DISKOMINFO PPU]

Related Articles

Back to top button