Samarinda Perluas Akses Gas Kota, Jargas Tahap II Masuk Tahap Persiapan Lapangan

Gemanusantara.com– Upaya Pemerintah Kota Samarinda memperluas pemanfaatan gas bumi rumah tangga terus berlanjut. Melalui program jaringan gas (jargas) tahap II, ribuan rumah tangga diproyeksikan beralih dari penggunaan gas tabung menuju sistem energi terpusat yang lebih stabil dan terkontrol.
Dalam tahap awal, pemerintah kota mulai melakukan pemetaan lapangan untuk menentukan jalur pipa utama jargas. Sejumlah kawasan, termasuk wilayah Jalan Biawan, masuk dalam identifikasi awal sebelum pekerjaan fisik dilakukan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan tahapan ini menandai kesiapan proyek untuk memasuki fase teknis setelah seluruh administrasi diselesaikan.
“Sekarang kita pastikan dulu kesiapan lapangannya sebelum penggalian dilakukan,” ujarnya.
Berbeda dengan layanan utilitas lain, sistem jargas mengharuskan seluruh jaringan terpasang dan lolos pengujian sebelum dapat dimanfaatkan warga. Karena itu, pemasangan sambungan ke rumah tangga tidak dilakukan secara bertahap.
“Pipanya harus lengkap dan aman dulu. Setelah uji kebocoran, baru bisa disalurkan ke rumah-rumah,” kata Marnabas.
Proyek jargas tahap II sendiri dirancang menjangkau 7.619 sambungan rumah dengan target penyelesaian pada Juli 2026. Seluruh material utama proyek, termasuk pipa, telah tersedia dan disimpan dalam kontainer sebelum pemasangan dimulai.
Di luar pembangunan fisik, Pemkot Samarinda juga menyiapkan kerangka layanan agar jargas dapat beroperasi optimal setelah aktif. Salah satu yang didorong adalah sistem pembayaran terintegrasi melalui Bank Samarinda.
Selain itu, pemerintah menilai keberadaan sekretariat operator jargas menjadi kebutuhan penting sebagai pusat pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat.
“Masyarakat harus tahu ke mana bertanya dan menyampaikan keluhan. Layanan ini harus jelas,” ujar Marnabas.
Dengan pengembangan jargas tahap II, Pemkot Samarinda berharap pemanfaatan gas kota tidak hanya menghadirkan alternatif energi yang lebih hemat, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan energi perkotaan yang lebih aman dan berkelanjutan. (Nit)



