
Gemanusantara.com – Kondisi jaringan kabel utilitas yang tidak tertata di berbagai titik Kota Samarinda kini dinilai semakin mengkhawatirkan. Kabel yang menjuntai, bertumpuk di tiang listrik, hingga melintang rendah di atas jalan membuat kota ini disebut berada dalam kondisi darurat kabel semrawut.
Fenomena tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga memunculkan risiko keselamatan bagi masyarakat. Di sejumlah ruas jalan, kabel bahkan terlihat menggantung rendah dan berpotensi membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Achmad Sukamto, menilai kondisi ini menunjukkan belum adanya sistem pengelolaan jaringan utilitas yang terintegrasi.
“Ini sudah tidak bisa dianggap biasa. Selain mengganggu pemandangan, juga berisiko bagi masyarakat,” ucap Sukamto.
Ia menyoroti banyaknya kabel dari berbagai penyedia layanan yang dipasang pada satu titik tanpa koordinasi yang jelas. Akibatnya, tiang listrik dipenuhi kabel yang saling bersilangan dan tidak tertata.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan serta tata kelola infrastruktur utilitas di perkotaan. Jika tidak segera dibenahi, potensi risiko seperti gangguan teknis hingga kecelakaan akan terus meningkat.
Dalam beberapa kasus, kabel yang terlalu rendah berpotensi tersangkut kendaraan, terutama kendaraan bertinggi besar. Selain itu, kabel yang tidak terawat juga bisa memicu gangguan jaringan hingga membahayakan warga.
Sukamto menegaskan, penanganan persoalan ini tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Ia mendorong adanya penataan menyeluruh dan terpadu yang melibatkan seluruh pihak terkait.
“Harus ada langkah konkret. Tidak cukup hanya dirapikan, tapi sistemnya juga harus dibenahi,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, DPRD mendorong penerapan sistem kabel bawah tanah. Skema ini dinilai lebih aman serta mampu menghilangkan kesemrawutan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Namun, penerapannya membutuhkan kajian matang, mulai dari aspek teknis, regulasi, hingga pembiayaan, serta komitmen bersama antara pemerintah daerah dan penyedia layanan utilitas.
Dengan kondisi yang semakin meluas, DPRD berharap penataan jaringan kabel di Samarinda segera direalisasikan agar tidak terus menimbulkan risiko bagi masyarakat dan kualitas tata kota. (Nit)