Rampung di Atas Kertas, Insenerator Samarinda Belum Aktif Semua

Gemanusantara.com – Pembangunan insenerator di sejumlah titik di Kota Samarinda diklaim hampir seluruhnya selesai. Namun hingga kini, fasilitas pengolahan sampah tersebut belum semuanya dapat dioperasikan.
Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda, Syaparudin, menyebut dari total 10 unit insenerator yang dibangun, tujuh unit telah rampung secara fisik. Sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian di lapangan.
“Secara fisik sebagian besar sudah selesai. Yang belum itu bukan karena kendala teknis, tapi pengerjaannya memang bergiliran antar lokasi,” ucap Syaparudin, Jumat (9/1/2026).
Ia mengatakan seluruh pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, insenerator baru bisa dioperasikan setelah diresmikan dan dijalankan oleh operator yang telah mendapatkan pelatihan teknis.
“Perkiraan kami satu sampai dua minggu ke depan sudah selesai semua,” katanya.
Syaparudin juga menegaskan aspek kebersihan dan pengelolaan menjadi kunci dalam operasional insenerator agar tidak menimbulkan dampak lingkungan. “Sampah di area insenerator harus bersih. Kalau ada yang tertinggal, itu bisa menimbulkan bau,” tegasnya.
Sebagai informasi, Pemkot Samarinda mengalokasikan anggaran Rp16,7 miliar untuk pembangunan 10 unit insenerator yang tersebar di berbagai wilayah. Proyek tersebut sebelumnya ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2025, namun hingga kini belum seluruh unit difungsikan. (Nit)



