PWI Kaltim Bidik Talenta Biliar untuk Porwanas Lewat Turnamen Deadline Headline Bola 9

Sesi sambutan Ketua Harian KONI Kaltim Nidya Listiyono, di turnamen Biliar PWI Kaltim Cup 2026

Gemanusantara.com – Turnamen Biliar Deadline Headline Bola 9 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi insan pers dan mitra, tetapi juga membuka peluang menemukan talenta biliar dari kalangan wartawan Kalimantan Timur yang dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Turnamen yang digelar PWI Kaltim Billiard Club di De Ale Billiard, Samarinda, tersebut berlangsung selama dua hari dengan melibatkan 64 peserta. Selain anggota PWI dari berbagai daerah di Kaltim, kompetisi juga diikuti perwakilan instansi dan perusahaan mitra.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan olahraga menjadi bagian dari agenda rutin organisasi. PWI Kaltim selama ini memiliki Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) sebagai wadah kompetisi sekaligus pembinaan atlet dari kalangan wartawan.

“Kami di PWI punya agenda tahunan Pekan Olahraga Wartawan Daerah yang digelar setahun sekali,” ujar Rahman.

Pembinaan tersebut juga diarahkan menuju kompetisi tingkat nasional. Rahman menyebut Porwanas dijadwalkan berlangsung di Lampung pada April mendatang sehingga potensi atlet dari berbagai cabang olahraga mulai perlu dipersiapkan.

“Insya Allah pada bulan April akan ada Pekan Olahraga Wartawan Nasional yang dilaksanakan di Lampung,” katanya.

Khusus cabang biliar, Rahman berharap Turnamen Deadline Headline Bola 9 dapat menjadi salah satu ruang untuk melihat potensi wartawan Kaltim. Terlebih, menurutnya, Kaltim belum pernah menyumbangkan medali Porwanas dari cabang tersebut.

“Seingat saya Provinsi Kaltim belum pernah menyumbangkan medali di cabang olahraga biliar. Mudah-mudahan dengan adanya turnamen ini teman-teman dari cabang olahraga biliar menemukan talenta-talenta yang nanti bisa diturunkan pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional,” ujarnya.

Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen dan berharap kegiatan olahraga semacam itu terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak.

“Saya berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan. Tetap bersinergi dengan pemerintah, dengan stakeholder, dengan siapa pun yang mau memberikan dukungan untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Billiard Club, Yudi Adi Prabowo, menjelaskan 64 peserta bertanding menggunakan sistem double eliminasi. Sistem tersebut memberikan kesempatan kepada peserta yang kalah pada pertandingan pertama untuk kembali bertanding.

“Pesertanya ada 64. Hari ini dari 64 ke 32 peserta, besok dari 32 sampai final. Kita pakai sistem pertandingan double eliminasi,” katanya.

Selain menjadi ruang pembinaan dan kompetisi, Yudi menegaskan tujuan utama kegiatan tetap memperkuat hubungan antara PWI Kaltim dengan berbagai mitra. Ia berharap turnamen dapat digelar rutin dengan jumlah peserta yang lebih besar pada penyelenggaraan berikutnya.

“Harapannya acara seperti ini bisa jalan terus setiap tahunnya. Teman-teman mitra makin erat lagi silaturahmi sama kami dan makin banyak lagi nanti tahun depan yang ikut. Jangan cuma 64, kalau bisa 128 peserta atau lebih,” pungkasnya. (sal)

Exit mobile version