
Gemanusantara.com, Bontang- Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebutkan alasan pihak legislatif dan eksekutif sepak membatalkan proyek multiyears pembangunan Danau Kanaan yang diproyeksi mencapai Rp274 miliar itu gagal dilaksanakan pada tahun 2026 ini.
“Kami (DPRD Bontang, red) dan Pemkot sepakat untuk membatalkan proyek tersebut yang sudah dicanankan pada tahun 2025 salah satu alasan adalah kondisi fiskal saat ini tidak memungkinkan untuk membiayai pekerjaan di Danau Kanaan,” ungkapnya.
Selain itu, kata Faizal, saat ini juga kondisi keuangan daerah belum mampu dan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat juga sangat berpengaruh terhadap fiskal di daerah.
Menurutnya, membatalkan pembangunan Danau Kanaan tersebut adalah keputusan yang tepat, sebab pihaknya tidak menginginkan ada permasalahan dikemudian hari jika proyek tersebut dipaksakan untuk dilaksanakan di tengah kondisi fiskal yang tidak menentu.
“Karena menyesuaikan kondisi keuangan itu, saat ini yang perlu menjadi perhatian adalah sektor kesehatan dan pendidikan yang diutamakan,” pungkasnya.
Pihaknya juga mengkhawatirkan jika proyek ini berjalan juga berdampak pada sektor lain yang menjadi prioritas dan bisa membebani fiskal di tahun-tahun mendatang.
“Tentu pembangunan danau itu juga prioritas, tapi akan dibahas lebih lanjut jika fiskal kita sudah dalam kondisi yang kuat,” tutunya.
Diketahui pembatalan pembangunan Danau Kanaan tersebut pihak DPRD Bontang dan Pemkot Bontang telah sepakat dan setuju untuk dibatalkan pembangunannya melalui rapat paripurna di DPRD Kota Bontang.
(ard/rsm/adv)