SAMARINDA

Penataan Parkir Samarinda Dipertanyakan: Siapkah Layanan, atau Sekadar Ganti Sistem?

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Rencana penataan sistem perparkiran di Kota Samarinda mulai menuai tanda tanya. Di balik wacana pembenahan tata kelola, muncul kekhawatiran bahwa perubahan yang dirancang belum menyentuh akar persoalan di lapangan.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, secara tegas mengingatkan bahwa persoalan parkir selama ini bukan sekadar soal skema, melainkan lemahnya pengawasan dan belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai, tanpa pembenahan mendasar, kebijakan baru berisiko hanya menjadi perubahan administratif yang tidak berdampak signifikan bagi warga.

“Masalah parkir kita itu sudah lama, mulai dari keamanan kendaraan, ketidakjelasan di lapangan, sampai praktik yang merugikan masyarakat. Kalau ini tidak dibenahi, sistem baru pun akan menghadapi persoalan yang sama,” ungkap Iswandi, Senin (20/4/2026).

Sorotan juga mengarah pada kesiapan teknis pemerintah. Hingga kini, publik belum sepenuhnya mendapatkan gambaran jelas terkait standar pelayanan, mekanisme pengawasan, maupun jaminan keamanan kendaraan di titik-titik parkir yang direncanakan.

Kondisi ini memunculkan keraguan: apakah penataan ini benar-benar dirancang untuk memperbaiki layanan, atau justru hanya mengubah pola tanpa memperkuat fondasi?

Iswandi menekankan, kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui kebijakan di atas kertas. Tanpa transparansi dan kesiapan nyata di lapangan, masyarakat berpotensi tetap menghadapi persoalan yang sama, meski dengan sistem berbeda.

“Kalau hanya berganti konsep tapi pelaksanaannya tidak berubah, masyarakat pasti akan menilai ini tidak ada bedanya,” katanya.

Ia juga mendorong agar uji coba yang direncanakan tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi ruang evaluasi terbuka. Menurutnya, pemerintah harus berani mengungkap kesiapan riil di lapangan, termasuk potensi kendala yang bisa muncul saat kebijakan diterapkan.

“Jangan sampai uji coba hanya jadi formalitas. Ini harus jadi momen untuk menguji apakah sistem ini benar-benar siap atau belum,” tegasnya.

Di tengah berbagai pertanyaan yang muncul, publik kini menanti jawaban konkret: apakah penataan parkir ini akan menjadi solusi nyata, atau sekadar perubahan wajah dari persoalan lama yang belum terselesaikan. (Nit)

Related Articles

Back to top button