Pemuda dan Petani Kolaborasi Hijaukan Samboja Lewat 500 Bibit Buah Produktif

Gemanusantara.com – Aksi nyata pelestarian lingkungan kembali digaungkan di Kutai Kartanegara, tepatnya di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja. Melalui inisiatif Program Penghijauan Berdaya, Komunitas Jelantah dan Pilah Berdaya mengajak pemuda dan kelompok tani bersinergi dalam penanaman ratusan bibit pohon, sebagai upaya menciptakan ruang hijau yang bermanfaat secara ekologis dan ekonomis.
Sebanyak 500 bibit pohon buah produktif serta 50 bibit pucuk merah ditanam di lahan milik Kelompok Tani Al-Arsyadi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Post Program Activity (PPA) oleh Founder komunitas sekaligus delegasi SIYLEP (Singapore–Indonesia Youth Leaders Exchange Programme), Syifa Nur Aini, yang ingin menjadikan aksi hijau sebagai gerakan lintas generasi di Kukar.
Ketua LPM Kelurahan Handil Baru, Ahmad Yamani, menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi peran pemuda. Ia berharap kolaborasi serupa dapat diadopsi dalam program penghijauan dan pembukaan lahan baru di masa depan. “Kerja sama seperti ini menunjukkan bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Anwar Rasid, Ketua Kelompok Tani Al-Arsyadi, menilai kegiatan ini membuka harapan baru bagi petani. Ia menuturkan bahwa pohon buah yang ditanam tidak hanya akan memberikan keteduhan, tapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan dalam jangka panjang. “Kami butuh lebih banyak kegiatan semacam ini agar petani makin mandiri secara ekonomi,” ucapnya.
Program ini juga melibatkan 50 pemuda dari wilayah sekitar, yang aktif dalam proses penanaman. Syifa Nur Aini menyatakan, keterlibatan pemuda adalah kunci utama keberlanjutan gerakan penghijauan. “Kita perlu generasi yang sadar bahwa pohon adalah investasi masa depan,” tuturnya dalam sesi refleksi kegiatan.
Salah satu peserta muda, Riko (19), mengaku bangga bisa terlibat langsung. “Ini pertama kalinya saya tanam pohon dalam skala besar. Semoga bisa terus berlanjut, bukan hanya sekali kegiatan,” katanya antusias. Baginya, aksi lingkungan tak hanya soal alam, tapi juga bagian dari membangun desa.
Dengan melibatkan komunitas lokal, petani, dan generasi muda, Program Penghijauan Berdaya menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis masyarakat bisa menjawab tantangan perubahan iklim dan pemberdayaan ekonomi sekaligus. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi wilayah lain di Kutai Kartanegara.
[ADV | DPRD KUKAR]



