Pemkot Samarinda Antisipasi Penukaran Uang Liar Jelang Ramadhan, Perbankan Diminta Siap Layani Warga

Gemanusantara.com – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Samarinda menaruh perhatian pada potensi maraknya penukaran uang pecahan kecil yang dilakukan secara tidak resmi di ruang publik.
Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan, praktik penukaran uang di pinggir jalan kerap muncul setiap menjelang hari besar keagamaan dan dinilai rawan menimbulkan persoalan ketertiban serta transaksi keuangan yang tidak terawasi.
“Kami melihat praktik penukaran di luar lembaga resmi sering kali melibatkan nilai transaksi yang besar, padahal dilakukan tanpa pengawasan,” ujar Marnabas, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, Pemkot Samarinda mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran uang yang disediakan oleh perbankan. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan bank-bank agar layanan penukaran dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
“Kalau layanan resmi tersedia, maka aktivitas penukaran di jalan bisa ditekan,” jelasnya.
Marnabas menilai, upaya tersebut merupakan langkah antisipatif agar suasana Ramadhan hingga Idul Fitri tetap tertib dan kondusif, tanpa harus mengedepankan tindakan penertiban secara berlebihan.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga menyiapkan pengaturan terhadap operasional tempat hiburan malam (THM) selama bulan Ramadhan. Pengaturan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
Namun ia menegaskan, berbagai pengaturan tersebut bertujuan menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama, bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat secara tidak perlu.
“Kami berharap Ramadhan tahun ini bisa dijalani dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan,” tutup Marnabas. (Nit)



