SAMARINDA

Minim Perubahan Skema, SPMB 2026 Samarinda Ditekankan pada Stabilitas Server dan Antisipasi Lonjakan Akses

Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Pemerintah Kota Samarinda memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 tidak mengalami perombakan regulasi secara signifikan. Fokus utama justru diarahkan pada penguatan teknis sistem pendaftaran daring guna mengantisipasi lonjakan akses saat masa pendaftaran dibuka.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, pemerintah menegaskan empat jalur penerimaan tetap menjadi dasar seleksi, yakni zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua.

Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Namun ia memastikan tidak ada sinyal perubahan besar dalam pola penerimaan.

“Secara prinsip masih sama seperti tahun sebelumnya. Jadi sekolah-sekolah relatif sudah memahami alurnya. Kami tinggal memperkuat sisi pelaksanaan agar lebih siap,” ucap Asli, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting, terutama terkait stabilitas aplikasi pendaftaran Simawar saat diakses secara bersamaan oleh ribuan pengguna.

Untuk itu, Disdikbud menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda guna melakukan peninjauan ulang terhadap kapasitas server dan sistem keamanan digital. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah gangguan teknis saat puncak pendaftaran.

“Evaluasi kami lebih banyak pada aspek teknis. Jangan sampai saat masyarakat mengakses bersamaan, sistem justru melambat atau tidak bisa dibuka,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur, Pemkot Samarinda juga berencana memanfaatkan layanan komputasi awan dari Amazon Web Services (AWS). Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tampung akses dan menjaga kestabilan sistem selama periode pendaftaran.

Asli juga menambahkan, sosialisasi kepada kepala sekolah dan operator akan dilakukan menjelang pembukaan SPMB sekitar Juni mendatang. Koordinasi lintas perangkat daerah pun terus dimatangkan untuk memastikan kesiapan menyeluruh.

“Harapannya, orang tua bisa mendaftar dengan tenang dari rumah tanpa khawatir sistem bermasalah. Itu yang sedang kami siapkan,” pungkasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan SPMB 2026 di Samarinda diharapkan tidak hanya berjalan sesuai regulasi, tetapi juga lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital. (Nit)

Related Articles

Back to top button