Lewat Festival Dayak Kenyah, Samarinda Diajak Merawat Alam dan Warisan Leluhur

Pembukaan Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 di Desa Budaya Pampang

Gemanusantara.com – Festival Budaya Dayak Kenyah yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-53 Desa Budaya Pampang tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga mengangkat pesan penting mengenai hubungan harmonis antara manusia dan alam. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan sebagai inspirasi dalam mewujudkan pembangunan Kota Samarinda yang berkelanjutan.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat membuka Festival Budaya Dayak Kenyah di Lamin Adat Desa Budaya Pampang, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan tradisi syukuran pasca panen yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Dayak Kenyah.

Menurut Andi Harun, masyarakat Dayak telah lama mewariskan cara hidup yang menempatkan alam sebagai bagian yang harus dijaga, bukan sekadar dimanfaatkan. Nilai tersebut dinilai penting untuk terus diwariskan di tengah tantangan perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

“Kita belajar dari masyarakat Dayak tentang bagaimana menjaga visi hijau. Jika alam tidak dijaga, pohon ditebang tanpa kendali, dan keseimbangan ekosistem tidak dirawat, maka bencana ekologis pasti akan datang,” ujarnya.

Ia mengatakan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun perlu menjadi bagian dari cara pandang masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Selain mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, budaya Dayak juga dinilai mengandung nilai persatuan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Samarinda.

“Dari sini kita belajar bahwa Samarinda dibangun atas kerja sama, gotong royong, dan persatuan yang lahir dari perbedaan. Nilai identitas ini harus terus kita jaga,” katanya.

Andi Harun menegaskan festival budaya bukan hanya menampilkan tarian dan atraksi adat, melainkan menjadi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.

“Festival hari ini tidak sekadar bermakna seremonial. Ada refleksi yang harus kita ambil bersama agar warisan budaya ini terus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kekayaan budaya tidak hanya tercermin dari simbol-simbol tradisional, tetapi juga dari nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Yang diwariskan bukan hanya tarian atau aksesoris budaya, tetapi nilai-nilai peradaban, moral, etika, persatuan, dan pengabdian yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.

Melalui Festival Budaya Dayak Kenyah, Pemerintah Kota Samarinda berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal budaya sebagai identitas daerah, tetapi juga memahami nilai-nilai pelestarian lingkungan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur sebagai fondasi pembangunan Kota Samarinda di masa depan. (Sal)

Exit mobile version