Kasus HIV dan TB di Samarinda Masih Tinggi, DPRD Soroti Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Meningkatnya kasus HIV dan Tuberkulosis (TB) di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan langkah penanganan yang lebih menyeluruh, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, mengatakan penanganan HIV dan TB tidak cukup hanya mengandalkan layanan pengobatan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar penularan dapat ditekan.

“Masih banyak masyarakat yang takut memeriksakan diri karena khawatir mendapat stigma negatif. Ini yang menjadi perhatian kami,” ungkap Riska, Senin (25/5/2026).

Ia menilai, rendahnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kasus sering terlambat. Karena itu, pendekatan pencegahan dinilai harus dilakukan lebih masif hingga ke lingkungan masyarakat.

Selain edukasi, DPRD Samarinda juga kembali mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait penanggulangan HIV dan TB agar penanganan kedua penyakit tersebut memiliki landasan hukum yang lebih kuat.

“Kami ingin ada regulasi yang mampu memperkuat langkah pencegahan, penanganan, hingga sosialisasi kepada masyarakat,” kata Riska.

Saat ini, DPRD disebut masih menghimpun berbagai masukan dari sejumlah pihak, termasuk organisasi yang bergerak di bidang kesehatan dan penanggulangan Tuberkulosis. Masukan tersebut nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan aturan sebelum masuk ke tahap pembahasan lanjutan.

Riska menjelaskan, keterlibatan lintas sektor juga dinilai penting dalam upaya menekan angka kasus HIV dan TB di Samarinda. Menurutnya, penanganan tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan semata.

“Harapannya nanti masyarakat lebih sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan dan tidak takut lagi untuk berobat,” tutupnya. (Nit/Adv)

Exit mobile version