Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkot Samarinda Awasi Ketat Rantai Pasok Beras

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Pemerintah Kota Samarinda memperketat pengawasan rantai pasok beras menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mulai dari Imlek, Ramadan hingga Lebaran. Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi lonjakan permintaan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri atau yang akrab disapa Sae, menegaskan distribusi beras harus dipastikan berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, keterlambatan pasokan dapat berdampak langsung pada harga di tingkat pasar.

“Beras ini kebutuhan utama. Kalau distribusinya terlambat, dampaknya bisa langsung terasa pada harga. Itu yang ingin kita antisipasi,” ungkap Sae.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan pemerintah kota, sebagian besar komoditas bahan pokok masih relatif stabil. Namun beras menjadi perhatian khusus setelah sebelumnya sempat terjadi kendala pengiriman dari pemasok.

“Untuk bahan pokok lain secara umum masih aman. Tapi khusus beras, jangan sampai ada keterlambatan distribusi atau kekosongan stok,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, distributor telah mengajukan pengadaan sekitar 60 ton beras yang dijadwalkan masuk secara bertahap dalam kurun waktu satu minggu. Pemerintah kota meminta agar proses tersebut direalisasikan tepat waktu dan dilaporkan secara berkala.

“Pengadaan sudah diajukan dan dokumennya tersedia. Kami minta progresnya dipantau agar stok benar-benar siap sebelum permintaan meningkat,” ujarnya.

Pemkot Samarinda memastikan pengawasan distribusi akan terus dilakukan hingga memasuki puncak Ramadan dan Lebaran. Upaya ini dilakukan guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

“Kami ingin stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya. (Nit)

Exit mobile version