SAMARINDA

Iswandi Minta Evaluasi Skema Probebaya, Tekankan Efektivitas dan Dampak Ekonomi Warga

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong Pemerintah Kota Samarinda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), khususnya terkait efektivitas dampaknya terhadap ekonomi warga.

Menurutnya, program berbasis rukun tetangga (RT) tersebut tetap memiliki nilai positif, namun tidak bisa serta-merta dijadikan indikator utama dalam membaca pertumbuhan ekonomi kota secara makro.

“Probebaya ini program yang baik untuk mendekatkan pembangunan ke masyarakat. Tapi kalau bicara pertumbuhan ekonomi kota, variabelnya banyak. Tidak bisa hanya disandarkan pada satu program,” paparnya, Selasa (24/2/2026).

Iswandi juga menilai, struktur ekonomi Samarinda saat ini masih ditopang sektor-sektor besar seperti pertambangan dan aktivitas distribusi barang. Karena itu, kontribusi anggaran Probebaya yang berada di kisaran Rp200 miliar perlu dilihat secara proporsional dalam konteks perputaran ekonomi daerah.

“Angka itu harus kita tempatkan secara rasional. Dibandingkan total aktivitas ekonomi kota, tentu porsinya tidak dominan,” katanya.

Ia juga menyoroti komposisi penggunaan anggaran di tingkat RT yang sebagian besar masih terserap untuk pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi perlu dipastikan bahwa belanja tersebut benar-benar memberi efek ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya bangunannya jadi atau tidak, tapi apakah uangnya benar-benar berputar di lingkungan warga sekitar,” tegasnya.

Iswandi menilai, porsi pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan warga justru memiliki dampak sosial-ekonomi yang lebih terasa. Oleh sebab itu, ia mendorong agar desain kebijakan dibuat lebih adaptif sesuai karakteristik wilayah.

“Kebutuhan setiap daerah berbeda. Kawasan pinggiran tentu prioritasnya beda dengan wilayah yang infrastrukturnya sudah memadai. Jadi jangan disamaratakan,” jelasnya.

Ia berharap ke depan Pemkot Samarinda dapat menyusun skema Probebaya secara lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, sehingga manfaat program tidak hanya terlihat secara administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

“Yang terpenting itu dampaknya. Jangan hanya besar di angka, tapi kecil di rasa,” pungkasnya. (Nit)

Related Articles

Back to top button