
Gemanusantara.com – Aktivitas jual beli di Pasar Pagi Samarinda terganggu akibat hujan, sementara penanganan permanen untuk mencegah tempias masih belum dilaksanakan. Pedagang terpaksa mengandalkan solusi darurat seperti terpal dan paranet untuk melindungi lapaknya.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, mengatakan desain teknis penanganan telah disiapkan, namun pengerjaan fisik masih menunggu persetujuan Wali Kota.
“Desainnya sudah rampung, tapi harus dipresentasikan dulu ke Wali Kota sebelum dieksekusi. Begitu disetujui, pengerjaan bisa langsung dilakukan,” jelas Nurrahmani, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan pemasangan terpal dan paranet sementara oleh pedagang bukan masalah karena sifatnya sementara dan bisa dibongkar pasang.
“Ini solusi darurat saja, tidak menyalahi aturan, sambil menunggu penanganan permanen,” tambah Nurrahmani.
Penanganan permanen yang direncanakan mencakup pemasangan dinding pelindung fleksibel, perbaikan tangga, pengamanan area rooftop, serta pengaturan sisi pasar yang berbatasan dengan Jalan Pandai dan Jalan Tumenggung. Tujuannya agar aktivitas pedagang tetap nyaman tanpa mengganggu sirkulasi udara dan estetika bangunan.
Dengan persetujuan Wali Kota yang masih menunggu, risiko hujan tetap menjadi tantangan harian bagi pedagang Pasar Pagi. (Nit)