DPRD Samarinda Nilai UMKM Kaltim Harus Berani Naik Kelas, Tak Sekadar Jual Hasil Alam

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com— Komisi II DPRD Kota Samarinda menilai sebagian besar pelaku UMKM di Kalimantan Timur masih terjebak pada pola usaha konvensional yang hanya mengandalkan penjualan hasil alam tanpa pengembangan produk lanjutan. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi ekonomi daerah berjalan lambat dan sulit menciptakan daya saing usaha yang kuat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pelaku usaha lokal perlu mulai mengubah cara pandang dalam menjalankan bisnis, terutama dengan menciptakan produk yang lebih inovatif dan mengikuti tren pasar.

Menurutnya, UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam daerah, tetapi juga harus mampu menghadirkan produk yang memiliki karakter, kualitas, dan nilai jual yang lebih tinggi.

“Selama ini banyak potensi daerah yang sebenarnya bagus, tetapi belum dikembangkan secara serius menjadi produk unggulan. Akibatnya, peluang pasarnya tidak berkembang maksimal,” ucap Viktor, Kamis (21/5/2026).

Ia menilai perubahan pola usaha penting dilakukan agar UMKM lokal mampu bersaing dengan produk dari luar daerah yang saat ini semakin agresif masuk ke pasar Kalimantan Timur.

Viktor menekankan bahwa daya saing UMKM saat ini sangat dipengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam membaca kebutuhan konsumen, termasuk dari sisi kemasan, pemasaran, hingga inovasi produk.

“Persaingan sekarang bukan hanya soal siapa punya barang, tetapi siapa yang mampu membuat produknya lebih menarik dan dipercaya konsumen,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti masih minimnya keberanian sebagian pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Banyak usaha lokal dinilai hanya berputar di pasar tradisional dan belum memanfaatkan peluang pemasaran digital secara maksimal.

Padahal, menurutnya, perkembangan teknologi membuka kesempatan besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar nasional tanpa harus bergantung pada penjualan langsung di daerah.

Ia pun mendorong pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada program pelatihan seremonial, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam membangun jaringan pemasaran dan promosi yang berkelanjutan.

“UMKM kita sebenarnya punya potensi besar. Tinggal bagaimana didorong supaya bisa naik kelas dan lebih percaya diri membawa produk lokal bersaing di pasar yang lebih luas,” tutupnya. (Nit/Adv)

Exit mobile version