
Gemanusantara.com – DPRD Kota Samarinda mendorong pengembangan pasar tradisional dengan konsep yang saling mendukung, bukan saling bersaing. Kolaborasi antarpasar dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan pemerataan aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing perdagangan lokal di berbagai kawasan kota.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, mengatakan setiap pasar memiliki potensi dan segmen masyarakat yang berbeda sehingga tidak seharusnya diposisikan sebagai kompetitor. Menurutnya, pemerintah perlu membangun sistem yang mampu membuat seluruh pasar berkembang secara bersama-sama.
“Pasar-pasar itu jangan bersaing, tapi berkolaborasi. Sudah bukan eranya lagi saling bersaing. Yang kita inginkan semua pasar sama-sama ramai,” ujar Sani, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pengembangan pasar tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga sejauh mana kebijakan tersebut sesuai dengan aktivitas ekonomi yang telah tumbuh di tengah masyarakat. Karena itu, setiap rencana pembangunan maupun revitalisasi pasar perlu diawali dengan kajian yang matang.
“Saya bukan anti renovasi. Yang penting selama renovasi itu ada kajiannya, belajar dari pengalaman sebelumnya,” katanya.
Menurut Sani, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pembangunan pasar di kawasan yang memang telah memiliki aktivitas jual beli. Dengan pendekatan tersebut, fasilitas yang dibangun akan lebih mudah dimanfaatkan oleh pedagang maupun masyarakat.
“Kalau memang sudah ada orang jual beli, kenapa tidak dibangun. Tapi kalau belum ada aktivitas ekonomi, jangan dipaksakan,” tegasnya.
Ia juga menilai pendekatan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat atau bottom-up akan lebih efektif dibandingkan kebijakan yang sepenuhnya ditentukan dari atas. Masyarakat dinilai lebih memahami potensi ekonomi di lingkungannya, sedangkan pemerintah berperan memperkuat dan memfasilitasi perkembangan tersebut.
Sani menambahkan, pola pembangunan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat dapat menghindarkan pemerintah dari pembangunan pasar yang sepi aktivitas. Selain itu, dialog dengan pedagang dan warga perlu diperkuat sebelum menentukan lokasi maupun konsep pengembangan pasar.
Ia berharap Pemerintah Kota Samarinda terus melibatkan masyarakat dalam setiap proses perencanaan pengembangan pasar tradisional. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat, pasar tradisional diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat lebih luas bagi warga Kota Samarinda. (Adv/Sal)