
Gemanusantara.com, Bontang- Memasuki pertengahan tahun ajaran 2026/2027, banyak orang tua calon siswa bersiap untuk mendaftarkan anaknya mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TKK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang disebut sebagai seleksi penerimaan murid baru (SPMB) atau penerimaan peserta didik baru (PPDB) serentak se Indonesia, salah satunya adalah Kota Bontang.
Proses pendaftaran PPDB saat ini masih menggunakan sejumlah skema yaitu jalur domisili atau disebut jalur zonasi yang memprioritaskan siswa berdasarkan kedekatan tempat tinggal dan jarak sekolah, jalur afirmasi yaitu bagi siswa yang keluarganya kurang mampu dan penyandang disabilitas, jalur prestasi yang berdasarkan nilai akademik dan non-akademik dan jalur mutasi peserta didik maupun orang tuanya.
Dari empat jalur pendaftaran PPDB itu, menurut Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto mendorong agar Pemkot dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar terus mengingatkan sekolah-sekolah untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait jalur-jalur pendaftaran siswa baru tersebut.
“Karena masih banyak orang tua yang belum sampai informasinya atau bahkan tidak paham soal skema penerimaan peserta didik baru itu,” ungkapnya.
Menurutnya, edukasi dan sosialisasi terus digencarkan supaya orang tua siswa dapat memahami mekanisme terhadap skema penerimaan peserta didik baru. Sehingga orang tua siswa tidak melakukan pendaftaran ke sekolah yang tidak memenuhi syarat pada empat skema tersebut.
“Supaya tidak menimbulkan masalah dan kesalahpamahan antara orang tua siswa dan sekolah dikira menolak anaknya sekolah yang diinginkan tapi tidak memenuhi syarat,” tuturnya.
Selain itu, kata Heri, Pemkot Bontang juga turut mengawasi sekolah-sekolah yang mungkin saja menjadikan sekolah titipan meskipun tidak memenuhi syarat.
“Kita mengantisipasi saja, jangan sampai ada sekolah yang bermain, dan tidak mengikuti aturan yang ada,” tegasnya.
Meski demikian, Heri mengharapkan agar proses PPDB tahun ajaran 2026/2027 ini berjalan lancar tanpa ada kendala dan permasalahan di lapangan.
Begitu juga Heri mengingatkan agar sekolah-sekolah memberikan informasi yang baik bagi masyarakat yang datang ke sekolah yang hendak mendaftarkan anaknya.
“Kalua ada orang tua datang ke sekolah mendaftarkan anaknya lalu tidak memenuhi syarat arahkan dan perlakukan dengan komunikas yang baik supaya tidak timbul masalah,” tuturnya.
Heri juga mendorong agar Pemkot Bontang terus melakukan upaya untuk mengatasi masalah PPDB ini terutama bagi siswa yang berdomisi jauh dari fasilitas pendidikan. (ard/rsm/adv)