DLH Kutim Optimalkan TPA dengan Sistem Control Landfill untuk Kurangi Beban Sampah

Ilustrasi sanitary landfill

Gemanusantara.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kutai Timur kini mengalami perubahan besar dalam sistem pengelolaannya. Dari yang sebelumnya menerapkan pola open dumping, TPA mulai beralih menuju sistem control landfill, yang lebih tertata dan sesuai standar pengelolaan lingkungan.

Pejabat Pengawas Lapangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Dewi Dahi, mengungkapkan bahwa perubahan ini sudah terlihat nyata bagi siapapun yang melihat kondisi TPA saat ini.

“TPA kita sudah menuju control landfill. Kalau dulu sistemnya gunung-gunung sampah, sekarang sampah yang masuk diratakan, dipadatkan, lalu ditutup tanah setebal 20 cm pada waktu tertentu,” jelasnya.

Transformasi TPA ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk memastikan hanya residu yang boleh masuk ke TPA sebagai kelanjutan dari target pengurangan 70 persen sampah sebelum mencapai TPA.

DLH Kutim menekankan bahwa peningkatan kualitas TPA hanya akan efektif apabila pengolahan sampah di tingkat hulu dan tengah berjalan optimal.

“Karena itu, penguatan program pengolahan organik, mulai dari kompos, cacing, hingga maggot, menjadi prioritas dalam mengurangi beban TPA,” ujarnya.

Dengan langkah ini, Kutim berharap transformasi TPA dapat meningkatkan umur operasional lokasi pembuangan sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di sekitarnya. (Adv/ma)

Exit mobile version