Ahmad Yani Apresiasi Penetapan Masjid Jami Tenggarong Jadi Cagar Budaya

Gemanusantara.com – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menyambut positif langkah pemerintah menetapkan Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin di Tenggarong sebagai salah satu bangunan cagar budaya. Ia menyebut keputusan tersebut bukan hanya bentuk pelestarian sejarah, tetapi juga peluang untuk mengembangkan wisata religi yang berkelanjutan di Kukar.
Ahmad Yani menegaskan bahwa penetapan status cagar budaya harus dibarengi dengan upaya konkret dalam perawatan fisik bangunan serta pelestarian nilai-nilai historis dan budaya yang melekat pada masjid tertua di Tenggarong tersebut.
“Kalau sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, jangan sampai hanya status di atas kertas. Harus ada aksi nyata menjaga keaslian bangunan dan merawat warisan nilai-nilai keislaman serta budaya Kutai,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa pelestarian situs sejarah seperti Masjid Jami sebaiknya juga memperhatikan potensi pengembangan kawasan sebagai pusat wisata religi. Dengan dukungan infrastruktur dan narasi sejarah yang kuat, kawasan ini bisa menjadi destinasi unggulan sekaligus wadah edukasi budaya bagi generasi muda.
“Masjid Jami punya nilai historis luar biasa. Kalau dikembangkan dengan pendekatan wisata religi, Kukar bisa punya ikon baru yang memperkuat identitas daerah,” jelasnya.
Menurut Ahmad Yani, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengelola kawasan masjid secara komprehensif. Ia mengusulkan adanya fasilitas pendukung seperti pusat informasi sejarah, sarana istirahat bagi wisatawan, serta ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
“Kita dorong supaya lingkungan masjid juga menjadi hidup. Kalau ada ruang untuk UMKM, maka ekonomi warga sekitar juga ikut bergerak,” tambah politisi dari dapil Loa Kulu–Loa Janan itu.
Ahmad Yani juga menyebut masih banyak situs warisan sejarah di Kukar yang belum mendapatkan perhatian serius. Ia mendorong agar pemerintah daerah terus melakukan inventarisasi dan mendorong penetapan resmi cagar budaya lainnya.
“Masih banyak bangunan dan situs yang layak kita jaga bersama. Ini bagian dari menjaga jati diri dan sejarah panjang Kukar,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan apresiasi terhadap semua pihak yang telah bekerja menjaga dan melestarikan Masjid Jami. Bagi Ahmad Yani, langkah ini adalah bagian dari ikhtiar kolektif untuk melindungi warisan leluhur dan membangkitkan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
[ADV | DPRD KUKAR]



