SAMARINDA

BBM Bersubsidi Tertunda, Puluhan Kapal Sungai di Kaltim Masih Terhenti

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Puluhan kapal pengangkut barang dan penumpang di rute Samarinda-Kutai Kartanegara-Kutai Barat-Mahakam Ulu masih berhenti total hingga Senin (2/2/2026). Gangguan ini membuat distribusi logistik tersendat dan harga sembako di pedalaman terus naik.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan, dari 28 kapal yang mengajukan BBM bersubsidi, 23 kapal aktif dan 5 lainnya cadangan.

“Kami masih menunggu SK BPH Migas sebagai dasar resmi penyaluran,” ujarnya.

Mandeknya operasional disebabkan aturan Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023, yang mewajibkan kapal rakyat melengkapi kembali dokumen rekomendasi BBM. Sosialisasi telah dilakukan sejak November 2025, tetapi tidak semua pemilik kapal mudah dihubungi.

“Kami akui ada kendala, tapi Minggu (1/2/2026) semua pemilik kapal sudah diberikan arahan langsung bersama BPH Migas,” kata Manalu.

Ia menekankan, pihaknya memahami dampak sosial dan ekonomi dari berhentinya kapal, terutama bagi masyarakat Mahakam Ulu yang sangat bergantung pada jalur sungai. “Kalau kapal tidak jalan, harga sembako pasti naik. Kami ingin penyaluran BBM bersubsidi ini segera lancar agar operasional kapal kembali normal,” tegasnya.

Manalu juga menegaskan, pasokan BBM ada dan bukan langka. “Yang sedang kami selesaikan ini hanya urusan administrasi dan aturan agar penyaluran sesuai ketentuan. Koordinasi dengan BPH Migas terus kami lakukan,” jelasnya.

Dishub Samarinda berharap SK BPH Migas keluar paling lambat Selasa, sehingga kapal-kapal bisa kembali mengakses BBM bersubsidi dan distribusi ke pedalaman kembali berjalan normal. (Nit)

Related Articles

Back to top button