Air Sudah Mengalir, Tapi Belum Sampai Semua: DPRD Samarinda Soroti Ketimpangan Layanan

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Di beberapa sudut Samarinda, air bersih memang sudah tersedia. Tapi di sisi lain, masih ada warga yang belum sepenuhnya merasakan layanan tersebut secara layak.

Kondisi ini jadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Mereka menilai persoalan air bersih bukan lagi soal pembangunan semata, tapi bagaimana distribusinya benar-benar sampai ke rumah warga.

Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menegaskan bahwa capaian layanan yang sudah tinggi tidak boleh menutupi fakta masih adanya wilayah yang tertinggal.

“Jangan hanya melihat angka. Yang penting itu airnya benar-benar mengalir sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menyoroti masih adanya kawasan pinggiran yang belum terlayani maksimal. Di wilayah seperti Bendang, sebagian warga bahkan masih bergantung pada sumber air alternatif yang kualitasnya belum tentu aman.

Masalah lain yang muncul adalah fenomena jaringan tidak berfungsi optimal. Pipa sudah terpasang, tetapi air belum mengalir dengan baik ke rumah warga.

“Ini yang harus jadi fokus. Infrastruktur ada, tapi manfaatnya belum dirasakan maksimal,” kata Ronal.

Menurutnya, kondisi seperti ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh, bukan sekadar penambahan jaringan baru.

Alih-alih mengejar target jangka panjang, DPRD justru mendorong percepatan dengan langkah yang lebih terukur, mulai dari pemetaan wilayah prioritas hingga pembenahan distribusi yang sudah ada.

“Kalau bisa dipercepat, kenapa harus menunggu lama. Yang dibutuhkan masyarakat itu hasilnya, bukan target di atas kertas,” tegasnya.

Di sisi lain, penggunaan sumber air alternatif seperti lubang bekas tambang dinilai bukan solusi permanen. DPRD menilai pendekatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak bisa diandalkan untuk jangka panjang.

“Masyarakat butuh sistem air bersih yang benar-benar layak dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Dengan berbagai catatan tersebut, DPRD berharap pengelolaan layanan air bersih ke depan tidak hanya fokus pada perluasan jaringan, tetapi juga memastikan kualitas dan pemerataan benar-benar tercapai di seluruh wilayah kota. (Nit)

Exit mobile version