
Gemanusantara.com – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan menghadiri kegiatan Parenting BOP PAUD Tahap 2 Tahun 2024 yang digelar di TK Negeri Pembina Tenggarong. Kegiatan ini fokus pada pemahaman perilaku anak berkebutuhan khusus dan pola pengasuhannya.
Kegiatan berlangsung di aula TKN Pembina Tenggarong dan dihadiri oleh para orang tua murid serta perwakilan dari Komite Sekolah. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara satuan pendidikan dan keluarga dalam memberikan layanan optimal untuk anak usia dini.
Dalam sambutannya, Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan komite yang telah berinisiatif mengadakan kegiatan edukatif ini. “Pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama. Jika kita ingin mewujudkan sekolah yang inklusif, maka orang tua harus diberi pemahaman sejak awal,” ujarnya.
Politisi senior ini menambahkan bahwa pemahaman terhadap anak berkebutuhan khusus tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru. Menurutnya, kolaborasi orang tua dan tenaga pendidik merupakan kunci sukses dalam pengasuhan yang ramah dan empatik.
Sebagai narasumber utama, Nur Kamila Syifa Wardana, S.Pd., dari EDUF’a Counseling, memaparkan berbagai karakteristik anak berkebutuhan khusus dan teknik pengasuhan yang dapat menunjang tumbuh kembang mereka. Materi disampaikan secara interaktif, sehingga peserta terlibat aktif dalam diskusi.
Salah satu peserta mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini karena memberikan pemahaman praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah. “Saya jadi tahu bagaimana menghadapi anak yang hiperaktif dengan lebih sabar dan terarah,” ucap ibu dari salah satu siswa.
Kegiatan parenting ini diharapkan menjadi pemantik agar program edukasi serupa lebih rutin dilaksanakan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas orang tua dalam mendidik generasi muda yang inklusif dan berdaya saing.
[ADV | DPRD KUKAR]