Lampu Hilang, Jembatan Gelap: Pencurian Berulang Ungkap Lemahnya Perlindungan Aset Kota

Gemanusantara.com– Hilangnya kabel dan lampu penerangan di Jembatan Achmad Amins tidak lagi sekadar persoalan vandalisme. Peristiwa yang terjadi berulang ini membuka persoalan yang lebih besar: lemahnya perlindungan terhadap aset publik di Kota Samarinda.
Dalam beberapa waktu terakhir, jembatan tersebut berulang kali mengalami pencurian kabel listrik, menyebabkan penerangan padam dan memicu kekhawatiran pengguna jalan pada malam hari. Kondisi gelap di salah satu jalur penghubung penting kota ini menciptakan ruang rawan, baik bagi keselamatan maupun keamanan masyarakat.
Pemerintah Kota Samarinda mulai menyadari bahwa pendekatan reaktif mengganti lampu dan kabel setiap kali hilang bukanlah solusi jangka panjang. Upaya perlindungan justru tertinggal, sementara kerusakan terus berulang.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, Suparmin, mengakui bahwa tanpa sistem pengawasan yang memadai, penggantian aset hanya akan menjadi siklus kerugian.
“Kalau hanya diganti tanpa pengamanan, kejadian seperti ini bisa terulang. Itu yang sedang kami evaluasi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/2/2026).
Situasi ini menempatkan masyarakat sebagai pihak paling terdampak. Minimnya pencahayaan bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga berkaitan langsung dengan risiko kecelakaan dan rasa aman pengguna jalan.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan fasilitas publik aman untuk digunakan. Itu bukan sekadar urusan teknis, tapi menyangkut keselamatan,” tambahnya.
Kasus di Jembatan Achmad Amins menjadi cermin tantangan pemerintah daerah dalam menjaga aset yang terbuka dan mudah diakses publik. Tanpa perubahan pola pengamanan, potensi kejadian serupa di lokasi lain dinilai masih terbuka.
Ke depan, Pemkot Samarinda dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah perlindungan aset publik akan terus berada di belakang perbaikan fisik, atau justru menjadi fondasi utama dalam pengelolaan fasilitas kota. (Nit)



