Terbatas Anggaran, Pemkab PPU Terapkan Teknik Recycling Aspal

Gemanusantara.com – Kondisi jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) semakin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah ruas jalan, baik yang berada di kawasan permukiman maupun jalur menuju destinasi wisata, mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu titik yang paling terdampak adalah jalan di Simpang Tunan yang menghubungkan beberapa wilayah pesisir. Faktor usia jalan dan minimnya anggaran menjadi tantangan utama dalam upaya perbaikannya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) PPU, Petriandy P. Passulu, menyebut bahwa beberapa ruas jalan seharusnya sudah masuk tahap perbaikan total atau overlay. Namun, dengan keterbatasan dana, pemerintah daerah harus mempertimbangkan antara membangun jalan baru atau memprioritaskan pemeliharaan rutin. “Anggaran yang ada lebih sering dialokasikan untuk pembangunan jalan baru. Ini membuat pemeliharaan jalan yang sudah ada menjadi tertunda,” ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemkab PPU mulai menerapkan metode swakelola dengan teknik recycling aspal. Cara ini memungkinkan perbaikan jalan dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu anggaran besar. “Kami sudah mencoba metode ini tahun lalu dan hasilnya cukup baik. Dalam satu tahun, sekitar 300 hingga 400 meter jalan bisa diperbaiki. Jika kita lakukan bertahap setiap tahun, kondisi jalan akan lebih baik,” jelas Petriandy.
Saat ini, metode ini sudah mulai diterapkan di beberapa titik jalan kabupaten, termasuk di sekitar kompleks Pemkab PPU dan di depan Rumah Sakit Ratu Aji Putri Botung (RAPB). Tahun ini, Dinas PUPR PPU berencana melakukan overlay di depan rumah sakit, mengingat jalan di kawasan tersebut sudah mengalami banyak kerusakan.
Selain perbaikan jalan, Dinas PUPR juga menyoroti permasalahan tumpahan semen di beberapa ruas jalan poros yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Menurutnya, BBPJN perlu memberikan teguran dan sanksi kepada perusahaan batching plant yang menyebabkan jalan menjadi kotor dan licin. “Tumpahan semen yang tidak dibersihkan berisiko membahayakan pengguna jalan. Kami harap pihak terkait bisa lebih tegas dalam menegakkan aturan,” ujarnya.
Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan, Pemkab PPU berkomitmen untuk mencari solusi terbaik dalam menangani masalah infrastruktur jalan. Metode swakelola ini diharapkan dapat menjadi alternatif jangka pendek, sambil pemerintah mencari skema pendanaan yang lebih besar untuk pemeliharaan jalan secara menyeluruh.
[ADV | DISKOMINFO PPU]