Libur Lebaran 2025 Diperpanjang, DPRD Samarinda Apresiasi Keputusan Pemerintah

Gemanusantara.com – Perubahan jadwal libur sekolah dalam rangka Lebaran 2025 mendapat tanggapan positif dari anggota DPRD Kota Samarinda, Harminsyah. Keputusan pemerintah untuk memperpanjang masa libur sekolah ini dinilai sebagai langkah yang memberikan manfaat besar bagi siswa dan orang tua. Ia menilai kebijakan ini dapat menciptakan waktu berkualitas yang lebih panjang dalam lingkungan keluarga, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif.
Berdasarkan Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri, libur sekolah yang sebelumnya ditetapkan dari 26 Maret hingga 8 April 2025, kini diperpanjang menjadi 21 Maret hingga 8 April 2025. Dengan tambahan lima hari libur ini, siswa akan memiliki waktu lebih lama untuk beristirahat serta menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial bersama keluarga.
Harminsyah menilai bahwa tambahan waktu libur ini merupakan peluang bagi orang tua untuk lebih mendekatkan diri dengan anak-anak mereka. “Saya menyambut baik keputusan ini karena memberikan kesempatan bagi keluarga untuk mempererat kebersamaan. Orang tua bisa memanfaatkan waktu ini untuk mendampingi anak-anak dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengarahkan siswa agar tidak hanya menjadikan liburan sebagai waktu untuk bermalas-malasan. Ia berharap ada arahan dari pihak sekolah agar anak-anak tetap produktif selama liburan. “Libur panjang ini seharusnya tidak diisi dengan bermain semata, tetapi juga dengan aktivitas yang dapat mengembangkan karakter dan keterampilan anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, Harminsyah mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam kegiatan non-akademik yang dapat menambah wawasan. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. “Anak-anak bisa diajak untuk mengikuti kegiatan sosial atau keagamaan yang bisa menambah pengalaman mereka,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa keseimbangan antara hiburan dan edukasi sangat penting selama masa libur panjang ini. “Tidak masalah jika anak-anak ingin beristirahat dan bersenang-senang, tapi harus tetap ada nilai-nilai edukatif yang ditanamkan, sehingga liburan ini benar-benar memberikan manfaat,” tegasnya.
Dengan adanya keputusan ini, diharapkan para siswa dapat memanfaatkan waktu libur dengan baik, sehingga kembali ke sekolah dalam kondisi yang lebih segar dan siap menghadapi tantangan akademik. Pemerintah, sekolah, dan orang tua diharapkan dapat berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang positif selama masa liburan ini.
[ADV | DPRD SAMARINDA]