SAMARINDA

200 KK Terancam Luapan Kolam Tambang, BPBD Desak Percepatan, Perusahaan Turun Tangan

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Sekitar 200 kepala keluarga di Kelurahan Bukuan, Palaran, berada dalam bayang-bayang luapan kolam bekas tambang milik PT Energi Coal Indonesia (ECI). Setiap hujan deras turun, debit air meningkat dan mengancam permukiman warga.

Situasi ini memaksa BPBD Kota Samarinda menggelar rapat teknis, guna mempercepat langkah penanganan pada Rabu (11/2/2026). Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, menegaskan waktu tidak bisa lagi ditarik mundur.

“Kita tidak bisa menunggu sampai air kembali meluap. Pengerjaan harus dipercepat,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, disepakati pembuatan sodetan baru selebar tiga meter dengan panjang sekitar 100 meter yang akan diarahkan ke Sungai Potang. Jalur ini memanfaatkan lahan PT Tirta Mahakam, sementara pekerjaan teknis menjadi tanggung jawab PT ECI bersama PT PSP. Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV turut menurunkan ekskavator amfibi.

BPBD mencatat, dalam tujuh hari terakhir sudah dilakukan penyodetan awal sepanjang kurang lebih 700 meter. Namun aliran yang masih melewati drainase warga dinilai berisiko jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

“Kalau tidak segera dialihkan langsung ke sungai, tekanan air bisa berdampak lebih luas,” beber Suwarso.

BPBD menargetkan pekerjaan dimulai paling lambat tiga hari ke depan. Di tengah cuaca yang belum bersahabat, percepatan menjadi taruhan utama agar ancaman terhadap ratusan warga tidak berubah menjadi bencana nyata. (Nit)

Related Articles

Back to top button