WFH Diimbau Pusat, Pemkot Samarinda Tetap Bertahan dengan Pola Lama

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. (Gemanusantara.com)

Gemanusantara.com – Di tengah imbauan pemerintah pusat terkait penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota Samarinda memilih belum mengambil langkah serupa.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa kondisi saat ini belum mendesak untuk mengubah pola kerja yang sudah berjalan.

“Karena itu hanya imbauan saja, saya kira Samarinda masih mampu melaksanakan kegiatan kerja seperti biasanya. Jadi belum perlu WFH,” ungkap Saifuddin Zuhri, Rabu (1/4/2026).

Keputusan ini menegaskan bahwa Pemkot Samarinda masih melihat sistem kerja tatap muka sebagai pilihan paling relevan saat ini. Aktivitas ASN disebut tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Selain itu, kondisi mobilitas di dalam kota juga dinilai masih terkendali. Tidak adanya gangguan signifikan menjadi alasan kuat untuk tidak segera beralih ke pola kerja fleksibel.

“Pemkot masih mampu melaksanakan perangkat kegiatan itu,” tegasnya.

Namun di sisi lain, keputusan ini sekaligus menunjukkan bahwa adopsi kebijakan fleksibel di daerah tidak selalu berjalan seiring dengan arah imbauan pusat. Pemkot memilih menyesuaikan kebijakan berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar mengikuti tren.

Meski belum diterapkan, opsi WFH tidak sepenuhnya ditutup. Evaluasi tetap akan dilakukan dengan melihat perkembangan situasi ke depan.

“Kalau mampu melaksanakan, kami laksanakan seperti biasa. Kita lihat situasi ke depan,” pungkasnya.

Untuk saat ini, Pemkot Samarinda masih bertahan pada pola kerja konvensional, dengan alasan efektivitas pelayanan dinilai tetap terjaga. (Nit)

Exit mobile version