Sendirian Naik Motor ke Sumba, Touring Figa Weismann Berakhir dengan Cerita Tak Terduga

Figa Weismann solo touring lintas pulau. (Ist)

Gemanusantara.com– Menjelajahi Pulau Sumba seorang diri dengan sepeda motor bukan sekadar soal menaklukkan jarak. Jalan berbatu, tanjakan curam, hingga penyeberangan yang sempat tertunda hampir sepekan akibat cuaca buruk menjadi bagian dari perjalanan Figa Weismann dalam menuntaskan misi bertajuk Solo Touring to Sumba Island: Exploring Nature & Imagination.

Dikutip dari TribunTimur, Kepala Divisi Touring Makassar Tiger Club (MTC) sekaligus Ketua Versys Owner Indonesia (VOID) Chapter Makassar itu memulai perjalanan pada 12 Juli 2026 menggunakan Kawasaki Versys 250 dari Surabaya. Ia kemudian melintasi Banyuwangi, Bali, Lombok, Sumbawa, Dompu, Bima, hingga Pelabuhan Sape sebelum menyeberang ke Pulau Sumba.

Di setiap daerah yang disinggahi, Figa tak hanya melintas. Ia menyempatkan diri menikmati berbagai destinasi wisata, lalu melanjutkan eksplorasi bersama warga lokal untuk mengenal lebih dekat alam dan budaya Pulau Sumba.

Sejumlah lokasi ikonik berhasil dikunjunginya, di antaranya Rumah Adat Ratenggaro, Danau Waikuri, Pantai Mandorak, Desa Adat Praijing, Bukit Wairinding, Bukit Tenau, Savana Purukambera, Air Terjun Tanggedu, Pantai Walakiri, Hutan Cemara, Danau Laipori, hingga Muara Watumbaka. Meski begitu, masih ada beberapa destinasi yang belum sempat dijelajahi karena keterbatasan waktu.

Perjalanan menuju lokasi-lokasi tersebut pun tidak selalu mudah. Banyak ruas jalan yang masih berbatu, rusak, dipenuhi tanjakan, turunan, dan tikungan tajam sehingga membutuhkan kondisi fisik serta kendaraan yang benar-benar prima.

Tantangan terberat datang saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Sape menuju Waikelo. Cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat jadwal feri tertunda hampir satu pekan. Situasi serupa juga dialami saat Figa bersiap meninggalkan Pulau Sumba.

Karena keterbatasan waktu, ia akhirnya memilih kembali ke Makassar menggunakan pesawat. Sementara sepeda motornya dikirim melalui jalur ekspedisi dari Waingapu menuju Surabaya sebelum diteruskan ke Makassar.

Bagi Figa, perjalanan ini bukan sekadar touring lintas pulau. Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk mengenal pesona Pulau Sumba. (Nit)

Exit mobile version