
Gemanusantara.com– Indonesia disebut punya peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia dalam 25 tahun ke depan. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto menyebut berbagai pakar memprediksi Indonesia bakal menempati posisi keempat dunia, melampaui Jerman, Prancis, hingga Inggris.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat melantik 1.204 lulusan Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan (STIP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 menjadi Pamong Praja Muda di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7/2026).
Dikutip dari Kompas.com, Prabowo mengatakan cita-cita besar Indonesia kini berada di ambang keberhasilan. Ia pun mengajak para lulusan IPDN untuk menyiapkan diri menjadi generasi yang akan memimpin Indonesia saat prediksi tersebut terwujud.
“Semua pakar dunia meramalkan 25 tahun lagi Indonesia menjadi ekonomi keempat di dunia. Keempat. Di atas Perancis, Jerman, Inggris. Dua puluh lima tahun yang akan datang, saudara-saudara yang akan menjalankan pemerintahan yang sebenarnya,” beber Prabowo.
Menurutnya, bukan tidak mungkin para pamong praja yang baru dilantik hari ini akan menjadi gubernur, pemimpin daerah, bahkan berdiri di podium sebagai pengambil kebijakan di masa depan.
Meski menyampaikan optimisme tersebut, Prabowo tidak menjelaskan siapa pakar maupun lembaga yang menjadi rujukan prediksi Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam seperempat abad mendatang.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan cita-cita Indonesia bukan sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadi negara yang maju, modern, mandiri, dan berdaulat tanpa bergantung pada bangsa lain.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat. Mulai dari penghasilan yang layak, akses pendidikan yang merata, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, hingga setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak.
“Kita ingin melihat rakyat kita hidup dengan baik, hidup dengan sejahtera. Setiap warga negara merasa aman. Setiap warga negara mendapat penghasilan yang layak dan cukup,” tegasnya.
Prabowo berharap tidak ada lagi rakyat yang hidup dalam kelaparan, anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya, maupun masyarakat yang kesulitan memperoleh layanan kesehatan. Menurutnya, mewujudkan Indonesia yang sejahtera menjadi tugas bersama, termasuk generasi muda yang kelak akan memimpin pemerintahan. (Nit)