Layanan Dokter Siaga 24 Jam Jadi Keunggulan Dokter On Call Samarinda

Gemanusantara.com – Keberadaan dokter yang bersiaga penuh selama 24 jam menjadi salah satu keunggulan Program Dokter On Call (DOC) Kota Samarinda. Sistem tersebut dinilai menjadi pembeda dibanding sejumlah daerah lain, sekaligus mengantarkan layanan kegawatdaruratan ini meraih apresiasi di tingkat nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan Dokter On Call kini telah memasuki tahun keempat pelaksanaan dan terus berkembang sebagai salah satu layanan kesehatan andalan pemerintah daerah. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah dokter on call sekarang menjadi salah satu pelayanan yang mendapat apresiasi dari pusat. Tahun ini usianya sudah memasuki empat tahun dan semakin diterima masyarakat Kota Samarinda,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Ismed, salah satu faktor yang membuat Samarinda mendapat perhatian pemerintah pusat adalah kesiapan dokter yang berjaga selama 24 jam dalam tiga shift. Pola tersebut memungkinkan penanganan pasien gawat darurat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu ketersediaan tenaga medis.

“Yang mendapat apresiasi itu karena di Samarinda dokter benar-benar standby 24 jam. Di daerah lain ada yang hanya perawat, sementara di sini dokter selalu siap bergantian setiap shift,” katanya.

Selain didukung sumber daya manusia, layanan Dokter On Call juga terintegrasi dengan sistem 119 Kementerian Kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Samarinda menyiapkan dua ambulans mini ICU, tiga ambulans transportasi, serta empat unit motor medis untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses kendaraan roda empat.

Ismed menyebut kesiapan armada dan kecepatan respons menjadi salah satu alasan Samarinda berhasil masuk tiga besar nasional dalam penilaian layanan 119. Bahkan pada April 2026, waktu respons panggilan Dokter On Call Samarinda tercatat sebagai yang tercepat di Indonesia.

“Respon panggilan kita waktu itu bahkan di atas Jakarta. Itu yang menjadi salah satu indikator penilaian sehingga Samarinda mendapat apresiasi,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut turut menarik perhatian pemerintah daerah lain. Ismed mengungkapkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sempat melakukan kunjungan ke Samarinda untuk mempelajari sistem Dokter On Call sebagai referensi dalam pengembangan layanan kegawatdaruratan di wilayahnya. Ia berharap inovasi tersebut terus dipertahankan dan dikembangkan agar masyarakat semakin mudah memperoleh layanan medis darurat yang cepat, tepat, dan profesional. (Adv/Sal)

Exit mobile version