
Gemanusantara.com – Kondisi kering akibat kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan di Samarinda meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan menghindari tindakan yang dapat memicu munculnya api.
Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, Jumat (11/9/2026), di tengah pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat.
Menurut Helmi, kondisi lingkungan yang semakin kering perlu menjadi perhatian bersama. Risiko kebakaran tidak hanya perlu diwaspadai pada lahan terbuka, tetapi juga di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
“Yang jelas kita mengimbau kepada masyarakat karena sudah satu bulan ini musim kemarau, kering. Jadi, kita mengimbau untuk berhati-hati menjaga jangan sampai terjadi kebakaran,” tegasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon agar hujan segera turun. Helmi mengatakan Samarinda khususnya telah cukup lama tidak mendapatkan hujan.
“Semoga dengan kegiatan ini kita meminta kepada Allah Subhanahu wa taala karena hampir satu bulan lebih ini Samarinda khususnya tidak ada hujan,” ujar Helmi.
Pelaksanaan Salat Istisqa juga dimaknai sebagai momentum untuk memohon ampun sekaligus berharap kondisi kemarau segera berakhir. Pemerintah, Forkopimda dan masyarakat bersama-sama mengikuti pelaksanaan ibadah tersebut.
Helmi mengatakan, “Di dalam salat inilah kita meminta ampun, meminta maaf kepada Allah Subhanahu wa taala. Semoga kesalahan kita dimaafkan dan permohonan kita untuk meminta hujan dikabulkan.”
Sembari menunggu kondisi cuaca kembali membaik, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan. Kehati-hatian selama periode kering menjadi penting untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih luas. (sal)