Kepala BGN Sentil ASN SPPG: Dapur MBG Mulai Kerja Jam 2 Pagi, Jangan Malah Tak Kelihatan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (Kompas.com)

Gemanusantara.com— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata bukan pekerjaan yang baru dimulai ketika matahari sudah nongol. Di balik dapur yang sibuk menyiapkan makanan untuk anak-anak Indonesia, ada pegawai Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang memang dituntut sudah hadir sejak dini hari.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bahkan terang-terangan menyoroti pegawai ASN di SPPG yang tidak berada di dapur saat proses produksi makanan berlangsung. Dilansir dari Kompas.com, jam kerja kepala SPPG, ahli gizi, hingga akuntan ditetapkan mengikuti jam operasional dapur, yakni mulai pukul 02.00 hingga 08.00 waktu setempat.

Menurut Sudaryono, kehadiran pegawai bukan sekadar formalitas. Kepala SPPG khususnya punya tanggung jawab memastikan seluruh proses di dapur berjalan sesuai aturan.

“Kami telah mengeluarkan jam ASN PPPK SPPG, kepala dapur SPPG yaitu jam operasional dapur. Kalau dia enggak ada di situ (di dapur), ya apa gunanya?” tegas Sudaryono seusai rapat koordinasi perbaikan tata kelola program MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Sorotan tersebut muncul setelah pemerintah mengevaluasi sejumlah kasus gangguan kesehatan dan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG. Sudaryono menyebut, salah satu persoalannya berkaitan dengan SOP yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

“Dari banyaknya kasus gangguan kesehatan keracunan makanan, itu banyak di antaranya atau hampir karena tidak melaksanakan SOP. Apakah SOP penyimpanan, SOP tangannya harus pakai sarung tangan, dan macam-macam,” ujarnya.

Bukan cuma soal sarung tangan atau cara menyimpan makanan. BGN juga menemukan adanya kepala SPPG yang justru tidak berada di lokasi ketika dapur sedang memproduksi makanan.

“Beberapa temuan bahkan itu kepala SPPG-nya itu tidak berada di tempat. Dia kan pemimpin di dapur, memastikan bahwa SOP dijalankan,” kata Sudaryono.

Pemerintah pun mulai memperketat urusan kehadiran. BGN menerapkan sistem absensi secara online melalui Zoom untuk memantau pegawai ASN SPPG di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas sebelumnya juga sudah mengingatkan bahwa jam kerja pegawai SPPG mengikuti waktu dapur mulai beroperasi.

“Jam operasional dapur itu jam 2.00 WIB pagi, kalau di timur mungkin jam 12.00 malam, beda satu jam kan. Jadi, jam kerja itu mulai jam 2.00 pagi sampai jam 8.00 WIB,” ujar Zulhas dalam rapat.

Menurut Zulhas, waktu kerja tersebut memang terdengar tidak biasa karena dimulai ketika sebagian besar orang masih terlelap. Namun, itulah ritme yang harus dijalankan karena makanan MBG harus sudah disiapkan sejak dini hari.

“Bukan satu dua, keracunan itu soal anak Indonesia yang enggak boleh terjadi. Jadi, agar teman-teman media paham, jam 2.00 WIB mereka sudah kerja pagi,” katanya.

Dengan pola kerja tersebut, pemerintah ingin memastikan makanan yang sampai ke penerima MBG bukan cuma bergizi, tetapi juga diproses dengan standar keamanan yang ketat. Sebab, kalau dapurnya jalan sementara orang yang bertanggung jawab malah tidak ada, pertanyaannya sederhana seperti yang disampaikan Sudaryono: “Apa gunanya?” (Nit)

Exit mobile version