Wawali Samarinda Ajak Orang Tua Rutin ke Posyandu, Gangguan Pertumbuhan Anak Bisa Dideteksi Dini

Kegiatan Kick Off Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN)

Gemanusantara.com – Posyandu didorong menjadi salah satu garda terdepan untuk memantau tumbuh kembang sekaligus mendeteksi lebih awal gangguan kesehatan anak di Kota Samarinda. Orang tua diminta tidak menunggu anak mengalami masalah kesehatan sebelum melakukan pemeriksaan.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Kick Off Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Posyandu Berkat Do’a Ibu, Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu (9/9/2026).

Pemantauan secara berkala, menurut Saefuddin, memungkinkan perubahan kondisi anak diketahui lebih cepat. Pemeriksaan tidak hanya berkaitan dengan berat badan dan pertumbuhan, tetapi juga kesehatan gigi serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.

“Kalau ada masalah pertumbuhan, masalah gigi atau gangguan kesehatan lainnya, penanganannya bisa segera dilakukan,” tuturnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pencegahan stunting yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Saefuddin menilai perhatian terhadap kesehatan generasi tidak dapat dimulai ketika anak telah mengalami gangguan pertumbuhan, melainkan sejak sebelum membangun keluarga hingga periode penting setelah kelahiran.

“Pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin. Mulai dari mau menikah sampai usia anak, 1.000 hari pertama harus terus kita bina,” katanya.

Selain pemantauan di posyandu, kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga juga menjadi perhatian. Salah satunya kesehatan gigi dan mulut yang perlu diperkenalkan kepada anak sejak usia dini melalui cara menyikat gigi yang tepat.

“Kita harus membiasakan anak sejak kecil untuk menyikat gigi. Caranya juga harus diajarkan dengan benar,” ujarnya.

Perhatian terhadap kesehatan gigi juga perlu diimbangi dengan pola konsumsi yang baik. Saefuddin mengingatkan orang tua untuk mengendalikan pemberian makanan maupun minuman dengan kandungan gula tinggi. “Orang tua perlu membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula,” tegasnya.

Pemkot Samarinda berharap penguatan peran keluarga dapat berjalan beriringan dengan pelayanan tenaga kesehatan, kader posyandu dan dukungan berbagai organisasi. Pemantauan rutin dan pembentukan kebiasaan sehat sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (sal)

Exit mobile version