
Gemanusantara.com– Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali mendapat tambahan kekuatan. Sebanyak 665 prajurit Yonif TP 839/SA diterbangkan dari Jakarta menuju Kalimantan Barat.
Para prajurit ini diangkut menggunakan dua pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara (AU) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Lanud Supadio, Pontianak.
Dikutip dari Kompas.com, pengiriman dilakukan dalam dua tahap, yakni Senin (24/8/2026) dan Selasa (25/8/2026).
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman mengatakan, jalur udara dipilih agar pasukan bisa lebih cepat tiba di wilayah yang membutuhkan tambahan personel.
“Pengiriman pasukan dilakukan melalui jalur udara menggunakan dua pesawat angkut TNI AU Boeing 737 dari Skadron Udara 17,” kata Ali.
Setibanya di Kalimantan, ratusan prajurit tersebut akan ikut memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah.
Pengerahan ini menjadi bagian dari pergerakan besar-besaran TNI menghadapi karhutla. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan tiga batalyon sudah digeser ke Kalimantan.
Tak cuma pasukan tempur, TNI juga menyiapkan sekitar 1.000 penyuluh untuk turun memberikan edukasi kepada masyarakat di Kalimantan dan Riau.
Sejumlah dukungan udara dan tim khusus juga ikut disiapkan, mulai dari pesawat CN, tim freefall, fast roping, hingga paramotor atau paratrike. Namun, penerjunan tim tersebut tetap menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan.
Presiden Prabowo Subianto pun meminta Kalimantan Barat mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla.
“Oke Panglima TNI, tapi perhatikan Kalbar itu lebih berat, ya. Jadi konsentrasi Kalbar,” tutur Prabowo.
Dengan tambahan 665 prajurit tersebut, kekuatan di lapangan kini bertambah untuk membantu menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. (Nit)