
Gemanusantara.com– Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan setelah melontarkan pesan tegas kepada para kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kali ini, Jokowi meminta para kader untuk tidak sedikit-sedikit datang ke Solo setiap kali menghadapi persoalan di lapangan.
Dilansir dari Warta Ekonomi.co.id, Jokowi menegaskan bahwa setiap persoalan seharusnya lebih dulu diselesaikan melalui mekanisme yang telah dibangun di dalam partai. Menurutnya, para kader harus belajar untuk lebih mandiri dan tidak terus-menerus bergantung kepada dirinya.
“Kalau bisa diselesaikan sendiri, selesaikan. Kalau tidak bisa, sampaikan kepada ketua daerah, kemudian ketua wilayah, lalu DPP. Kalau belum bisa juga, ke sini juga tidak apa-apa. Tapi, jangan sedikit-sedikit ke Solo,” ujar Jokowi, dikutip pada Senin (3/8/2026).
Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian publik. Pasalnya, Solo selama ini dikenal sebagai tempat tinggal Jokowi setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden.
Jokowi menjelaskan bahwa setiap persoalan seharusnya diselesaikan secara bertahap melalui struktur organisasi partai, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. Dengan cara itu, para kader akan terbiasa mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Tak hanya menyoroti soal kemandirian, Jokowi juga mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan masyarakat. Menurutnya, kader partai harus hadir di tengah warga dan mendengarkan setiap keluhan yang disampaikan.
“Untuk kader, saya titip, kita selalu berada di tengah-tengah rakyat. Dengarkan keluhan mereka, bantu menyelesaikan persoalan yang ada,” kata Jokowi.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS) menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi Pemilu 2029.
“Struktur partai adalah kunci kemenangan kita di 2029. Karena itu, struktur harus dibangun sampai ke desa, sampai ke TPS. Kuncinya ada di situ,” tuturnya.
Jokowi menilai partai hanya akan berkembang apabila para kader mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja-kerja langsung di lapangan. Karena itulah, ia meminta seluruh kader untuk tidak selalu menjadikan Solo sebagai tempat mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang muncul. (Nit)