
Gemanusantara.com– Ilmu di ruang kuliah saja dinilai belum cukup. Presiden Prabowo Subianto ingin para guru besar, rektor, dekan, hingga seluruh sivitas akademika ikut turun tangan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Prabowo meyakini kampus menyimpan orang-orang paling cerdas yang dimiliki bangsa. Karena itu, kemampuan mereka dinilai perlu lebih banyak hadir untuk menjawab tantangan di dunia nyata.
“Bagi Bapak Presiden, para dekan, guru besar, rektor itu adalah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki oleh sebuah bangsa,” kata Prasetyo.
Prabowo pun mengajak para akademisi untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia ingin para ahli dari berbagai bidang bersatu, saling melengkapi, dan mengerahkan kemampuan terbaik demi kepentingan bangsa.
“Mari bekerja sama untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya di bidangnya masing-masing, tetapi dalam satu rangka kebangsaan,” lanjut Prasetyo.
Bagi Prabowo, negara yang ingin maju harus berani memanfaatkan kekuatan kampus. Ia menilai ide, riset, dan inovasi para akademisi bisa menjadi bahan bakar penting untuk mendorong kemajuan Indonesia.
“Kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” ujar Prabowo.
Karena keyakinan itu pula, Prabowo mengaku banyak melibatkan profesor di posisi-posisi strategis dalam pemerintahannya. Menurutnya, persoalan besar membutuhkan orang-orang yang memang ahli di bidangnya.
“Hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan,” katanya.
Menutup pesannya, Prabowo mengingatkan bahwa kemajuan bukan hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan oleh kualitas orang yang menggunakannya.
“Percuma kita punya pesawat yang paling canggih kalau pilotnya tidak handal,” tegasnya. (Nit)
*diolah dari berbagai sumber