‘Enggak Perlu Ala Militer!’ Puan Minta Pelatihan Manajer Kopdes Fokus ke Skill, Bukan Fisik

Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Kompas.com)

Gemanusantara.com– Sorotan terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih masih terus berlanjut. Kali ini, Ketua DPR Puan Maharani menilai pembekalan untuk para peserta seharusnya lebih banyak membahas kemampuan mengelola koperasi, bukan latihan yang terlalu bernuansa militer.

“Memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan yang sesuai diharapkan,” kata Puan.

Puan juga memastikan DPR akan mengawal hasil evaluasi pemerintah setelah pelatihan tersebut menuai sorotan usai lima peserta dilaporkan meninggal dunia.

“Evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Tak lupa, Puan menyampaikan duka cita kepada keluarga para peserta yang meninggal dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban. Jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali,” ucapnya.

Merespons evaluasi itu, Kementerian Pertahanan ikut melakukan perubahan besar pada pola pelatihan. Salah satu yang paling mencolok, materi menembak resmi dihapus dari program pembekalan.

“Kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Bukan cuma itu, latihan fisik juga dipangkas dan disesuaikan dengan kondisi peserta yang berasal dari kalangan sipil. Kini, pembekalan lebih diarahkan pada penguatan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan manajerial sebagai calon pengelola koperasi.

Bahkan, istilah Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) juga resmi ditinggalkan. Program tersebut kini berganti nama menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, menegaskan fokus baru yang lebih relevan dengan tugas para calon manajer koperasi. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Exit mobile version