Distribusi Air Jadi Perhatian, DPRD Samarinda Intensif Koordinasi dengan OPD Terkait

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah

Gemanusantara.com – Persoalan distribusi air bersih selama musim kemarau menjadi salah satu isu yang intensif dibahas DPRD Kota Samarinda bersama perangkat daerah terkait. Koordinasi dilakukan untuk mencari langkah penanganan di tengah keterbatasan air baku yang berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan pembahasan mengenai persoalan tersebut berlangsung hampir setiap hari melalui pertemuan maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi yang memiliki kewenangan.

“Saya kira hampir setiap hari kita itu RDP kalau ketemu bicaranya masalah itu. Jadi, di DPR hampir dinas-dinas yang terkait juga kita melaksanakan itu,” kata Helmi, Jumat (11/9/2026).

Kondisi kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi penyediaan air bersih. Salah satu persoalan yang sempat terjadi adalah masuknya air asin ke wilayah muara sehingga berdampak terhadap air baku dan membuat pelayanan sempat dihentikan sementara.

Di tengah kondisi tersebut, Perumdam Tirta Kencana disebut terus berupaya mendistribusikan air kepada masyarakat. Namun, Helmi menilai warga juga perlu ikut menjaga ketersediaan air dengan menggunakannya sesuai kebutuhan.

“Yang jelas termasuk air bersih juga kemarin kan sempat air garam itu sudah masuk ke muara. Jadi, sempat dihentikan beberapa saat. Makanya kita juga minta untuk menghemat penggunaan air,” ujarnya.

Selain memastikan persoalan pelayanan air terus dibahas bersama pemerintah, DPRD menaruh perhatian terhadap informasi yang beredar di masyarakat selama musim kemarau. Informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat memunculkan keresahan, terutama ketika berkaitan dengan kebutuhan dasar maupun kondisi kebencanaan.

Helmi meminta masyarakat lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau meneruskan informasi. “Harapan kita masyarakat bisa memilah-milah, membuat berita maupun menerima berita itu,” katanya.

DPRD Samarinda berharap koordinasi dengan perangkat daerah dapat terus menghasilkan langkah penanganan terhadap kebutuhan air selama musim kemarau. Pada saat bersamaan, partisipasi masyarakat melalui penghematan penggunaan air dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dinilai penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. (sal)

Exit mobile version