Diabetes Diam-Diam Mengincar Anak Muda, Banyak Baru Sadar Saat Terlambat

Gemanusantara.com– Diabetes selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang identik dengan usia lanjut. Namun kini, anggapan tersebut mulai berubah. Lonjakan kasus diabetes pada usia produktif membuat para ahli kesehatan khawatir, terutama karena banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah tubuh mengalami gangguan serius.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI mencatat satu dari 10 orang berusia di atas 40 tahun hidup dengan diabetes melitus. Penyakit yang dijuluki mother of diseases atau induk dari segala penyakit ini dikenal mampu memicu berbagai komplikasi berbahaya, mulai dari penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, hingga amputasi.

Kekhawatiran serupa juga muncul di Malaysia. Dalam Diabetes Conference 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, para pakar menyoroti meningkatnya kasus diabetes yang kini tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga produktivitas kerja dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

Data National Health and Morbidity Survey (NHMS) menunjukkan 15,6 persen orang dewasa di Malaysia hidup dengan diabetes. Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 5,9 persen warga lainnya memiliki kadar gula darah tinggi namun tidak menyadarinya karena merasa sehat dan tidak mengalami keluhan berarti.

Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya angka obesitas. Lebih dari separuh populasi dewasa di Malaysia tercatat mengalami kelebihan berat badan, salah satu faktor risiko utama diabetes.

Spesialis transformasi fisik sekaligus pendiri Badcave Training Facility, Murad Zaidi, mengatakan banyak orang salah memahami kapan sebenarnya diabetes dimulai. Menurutnya, penyakit ini bukan muncul saat dokter memberikan diagnosis, melainkan berkembang diam-diam selama bertahun-tahun.

“Diagnosis sering kali hanyalah momen ketika masalah yang sudah lama terjadi akhirnya terdeteksi,” ujarnya.

Murad menjelaskan, ketika seseorang akhirnya didiagnosis diabetes, tubuhnya kerap sudah mengalami berbagai gangguan metabolisme seperti resistensi insulin, obesitas sentral atau perut buncit, kelelahan kronis, gangguan tidur, hingga ketergantungan terhadap obat-obatan tertentu.

Karena berkembang tanpa gejala yang jelas, diabetes sering dijuluki sebagai silent killer. Banyak orang merasa sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa, padahal kadar gula darah terus meningkat dan perlahan merusak pembuluh darah serta saraf di dalam tubuh.

Para ahli pun mengingatkan bahwa diabetes bukan lagi penyakit yang menunggu usia tua. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, obesitas, hingga kebiasaan begadang menjadi faktor yang membuat generasi produktif kini semakin rentan terkena penyakit tersebut.

Di tengah meningkatnya kasus diabetes di berbagai negara, kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar penyakit ini dapat dideteksi lebih awal sebelum menimbulkan komplikasi yang lebih serius. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Exit mobile version