Di Balik Megaproyek IKN, Biaya Perawatan Gedung Tembus Rp 3,2 Triliun

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Kompas)

Gemanusantara.com– Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki babak baru. Setelah sejumlah gedung pemerintahan dan infrastruktur utama rampung dibangun, pemerintah kini dihadapkan pada tantangan lain yang tak kalah besar, yakni biaya perawatan yang mencapai triliunan rupiah.

Otorita IKN mencatat kebutuhan anggaran sebesar Rp 3,2 triliun pada 2027 hanya untuk operasional dan pemeliharaan gedung-gedung pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Dana tersebut dibutuhkan untuk menjaga kondisi bangunan agar tetap berfungsi optimal dan terhindar dari penurunan kualitas seiring berjalannya waktu.

Besarnya kebutuhan biaya perawatan itu turut mendorong lonjakan total kebutuhan anggaran Otorita IKN menjadi Rp 22,2 triliun. Sementara pagu reguler yang tersedia hanya Rp 6,7 triliun, sehingga masih terdapat kekurangan dana sebesar Rp 15,5 triliun yang kini diajukan kepada DPR RI.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk memastikan ibu kota baru Indonesia dapat beroperasi secara penuh dan fungsional sebagai pusat pemerintahan nasional.

“Target kami adalah memastikan IKN siap beroperasi penuh sebagai pusat pemerintahan baru yang fungsional,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI.

Selain untuk pemeliharaan gedung pemerintahan, usulan tambahan anggaran juga akan dialokasikan untuk penyediaan layanan air bersih dan sanitasi, pembangunan jaringan teknologi informasi dan pusat data kota pintar, pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan, hingga penyelesaian ganti rugi lahan serta program restorasi lingkungan.

Di tengah kebutuhan anggaran yang terus meningkat, Otorita IKN mulai mengubah strategi pembangunan. Prioritas kini difokuskan pada penyelesaian proyek yang sudah berjalan dan memiliki progres tinggi, sementara proyek fisik baru yang dinilai belum mendesak akan dibatasi.

Langkah tersebut dilakukan agar anggaran negara dapat lebih terkonsentrasi pada layanan dasar dan keberlanjutan operasional ibu kota baru. Sebab, tantangan IKN saat ini bukan lagi sekadar membangun kota dari nol, melainkan memastikan seluruh infrastruktur yang telah berdiri dapat berfungsi dan terawat dalam jangka panjang. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Exit mobile version