Curhat di Medsos Berujung PHK! Presenter TV Ini Viral usai Bongkar Isi Hatinya soal Kantor

Brittany Begley. (foto dari laman pribadi Instagram)

Gemanusantara.com– Media sosial memang sering jadi tempat meluapkan unek-unek. Tapi bagi presenter berita asal Houston, Amerika Serikat, curhatan panjang tentang tempat kerjanya justru berakhir dengan kehilangan pekerjaan.

Brittany Begley mengumumkan dirinya tak lagi bekerja di stasiun televisi KPRC setelah unggahannya viral. Meski menuai simpati dari banyak warganet, nasibnya justru berujung pahit.

Dalam unggahannya, Brittany mengaku selama bertahun-tahun merasa kerja kerasnya tak pernah benar-benar dihargai. Ia bahkan menyinggung dirinya yang tak pernah mendapat penghargaan Emmy karena liputan lalu lintas dianggap tak cukup layak untuk dinominasikan.

“Aku berkata pada diriku sendiri bahwa ketika aku meninggal, setidaknya aku tahu aku pernah memperjuangkan sesuatu,” tulis Brittany.

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan kritik terhadap budaya kerja di kantornya. Menurutnya, ada kebiasaan buruk yang dianggap biasa, mulai dari datang terlambat hingga kurang siap saat siaran.

Brittany juga mengungkapkan kondisi finansialnya yang sulit. Ia mengaku masih hidup dari gaji ke gaji dan bahkan kerap pulang menghadapi kulkas yang kosong.

“Berapa banyak lagi perjalanan menuju kulkas kosong yang harus kulakukan, padahal aku tahu aku lebih baik dari ini?” tulisnya.

Tak lama setelah unggahan itu menjadi viral, Brittany mengonfirmasi dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari KPRC. Meski demikian, ia mengaku tidak menyesali apa yang telah disampaikan.

“Aku tidak takut dibenci karena mengatakan apa yang orang lain tidak berani katakan,” ujarnya.

Belakangan, Brittany juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan unggahannya bukan bertujuan menyerang rekan kerja, melainkan membuka ruang diskusi tentang tekanan kerja dan kesehatan mental yang dialami banyak orang di industri media.

Kisah Brittany pun ramai diperbincangkan di media sosial. Ada yang memuji keberaniannya menyuarakan isi hati, namun tak sedikit pula yang menilai kritik terhadap perusahaan seharusnya disampaikan lewat jalur internal, bukan di ruang publik. (Nit)

*diolah dari berbagai sumber

Exit mobile version