Cuma Mau Scroll Sebelum Tidur? Hati-hati, Otak Bisa Ikut “Terjaga” Semalaman

scroll HP sebelum tidur bisa menganggu otak. (AI Generation)

Gemanusantara.com– Sudah rebahan, lampu kamar mati, tetapi tangan masih sibuk menggulir layar HP. Awalnya cuma mau lihat satu-dua video, tahu-tahu waktu tidur sudah lewat. Kebiasaan sederhana ini ternyata bukan cuma bikin lupa waktu, tetapi juga bisa membuat otak sulit benar-benar bersiap untuk tidur.

Dikutip dari CNN, cahaya dari layar ponsel pada malam hari dapat mengganggu sistem sirkadian atau jam biologis tubuh. Mata menangkap paparan cahaya tersebut dan mengirimkan sinyal ke otak, sehingga tubuh bisa seperti mendapat pesan bahwa hari belum selesai.

Akibatnya, rasa kantuk dapat datang lebih lambat. Produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh mengenali waktunya tidur, juga dapat ikut ditekan ketika seseorang terus terpapar cahaya layar.

Masalahnya tidak berhenti pada cahaya. Konten yang terus berganti saat scrolling juga membuat pikiran tetap aktif. Media sosial, video, pesan, hingga berbagai informasi yang masuk silih berganti dapat meningkatkan cognitive arousal, yakni kondisi ketika otak masih dalam keadaan terjaga secara mental.

Tak heran jika tubuh sudah berada di kasur, tetapi pikiran masih terasa “online”. Waktu yang dibutuhkan untuk tertidur pun bisa semakin panjang.

Pada akhirnya, kebiasaan scrolling membuat waktu tidur ikut mundur. Durasi tidur yang seharusnya digunakan tubuh untuk melakukan berbagai proses pemulihan menjadi berkurang.

Jadi, scrolling HP sebelum tidur memang tidak serta-merta merusak otak. Namun jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa mengacaukan jam biologis, menekan melatonin, membuat otak tetap aktif, dan memangkas waktu tidur.

Yang awalnya cuma bilang “scroll sebentar”, bisa-bisa malah jadi alasan kenapa besok paginya bangun dalam kondisi masih ngantuk. (Nit)

Exit mobile version